Category: Tulungagung

5 Destinasi Wisata Alam yang Indah Di Tulungagung

Tulungagung adalah salah satu daerah yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Pusat pemerintahan Tulungagung berada di Kecamatan Tulungagung. Tulungagung terkenal sebagai satu dari beberapa daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia, dan terletak terletak 154 km barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Secara geografis Tulungagung terletak di paling selatan pula jawa atau tepatnya daerah pesisir pulau jawa. Kabupaten ini terdiri dari wilayah dataran rendah sampai dengan pegunungan. Oleh karena itu selain punya pantai-pantai yang sangat indah, Tulungagung juga punya pesona pemandangan pegunungan serta air terjun yang juga tidak kalah indah. Berikut ini beberapa tempat eisata yang ada di tUlungagung yang dapat disinggahi ketika berada disana.

  1. Gunung Budheg

Gunung ini secara administratif terletak di Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat dengan ketinggian sekitar 600 mdpl dan dengan dua puncak berbeda sebagai ciri khasnya. Di saat kita berada di puncak Gunung Budeg, kita dapat menikmati pemandangan berupa hamparan luas wilayah Kabupaten Tulungagung. Kenikmatan yang kita peroleh akan semakin terasa karena memang selama pendakian kita dihadapkan dengan jalan yang lumayan terjal dan menanjak. Namun setelah sampai di puncak, rasa lelah kita akan terbayar sudah. Belum lagi apabila kita camping di sana, kita akan memperoleh pemandangan mengasikkan di malam hari dan di pagi harinya kita berkesempatan untuk menengok sang surya saat terbit dari ufuk timur.

Gunung Budeg memiliki dua jalur pendakian yakni lewat jalur selatan dan Utara. Jalur utara sudah mulai dilewati semenjak tahun 1979. Wisatawan pada saat itu tidak bertujuan untuk mencapai puncak gunung budek namun bertujuan untuk melakukan wisata sejarah di Goa tritis atau patung Jogo budek. Kedua tempat ini memiliki mitos yang diyakini hinggi sekarang. Meskipun berada pada lahan perhutani, jalur utara dikelola oleh Juri Kunci yang ditugaskan dari dinas Purbakala. Sedangkan jalur selatan menawarkan puncak gunung budeg. Sebelum mencapai puncak, wisatawan harus melakukan registrasi di pos  pendakian. Pos ini dikelola oleh LMDH Wono Yoso yang dibentuk pada tahun 2006. Jalur selatan memiliki fasilitas, kamar mandi, aula untuk 100 siswa dan tempat yang lapang, sehingga, meskipun jalur ini dibuka baru-baru saja namun sudah mampu menyedot wisatawan lebih banyak daripada jalur Utara.  Selain untuk wisata, juga sering digunakan untuk Diklat osis, PMR, Pramuka dan kegiatan sekolah yang berbasis edukasi.

Gunung budeg menawarkan melihat matahari tenggelam maupun matahari terbit. Demi untuk melihat matahari terbit banyak pengunjung yang datang pada malam hari, mereka menginap di sini. Bila wisatawan tidak memiliki tenda dan alat penginapan. Pos dijalur selatan menyediakan dengan system sewa. gunung budeg mulai dikenal wisatawan ramai pada tahun 2014. Puncak pengunjung biasanya saat musim penghujan karena saat itu langit sedang indah.  dengan biaya registrasi Rp 5.000 per orang. Biaya ini digunakan untuk pengelolaan, perawatan dan pembaruan sarana prasarana yang ada.

  1. Tebing Banyu Mulok

Bukit Banyu Mulok berada di sebelah kanan Pantai Coro atau lebih tepatnya di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung. Jarak antara Banyu Mulok dengan Pantai Coro tidak terlalu jauh, jika ditempuh dengan berjalan kaki hanya membutuhkan waktu 15 menit. Pengunjung harus memutari pantai terlebih dahulu lalu menaiki bukit yang lumayan tinggi.

Banyu Mulok jika diartikan ke bahasa Indonesia berarti Air yang Naik, diberi nama begitu karena pantai ini berhadapan langsung dengan samudera hindia sehingga ombaknya sangat besar sehingga ketika ombaknya menghantam tebing maka air lautnya akan naik ke atas. Pemandangan di Bukit Banyu Mulok ini sangat istimewa, disini anda dapat melihat luasnya laut dan pebukitan. Selain itu, jika anda beruntung anda akan melihat pelangi serta ombak yang naik hingga ke atas bukit. Hamparan padang rumput yang hijau akan menambah keindahan tempat wisata ini. Foto anda akan lebih keren dengan background luasnya laut yang dipadu dengan hamparan padang rumput.

Waktu terbaik untuk mengunjungi wisata ini adalah di siang hari menjelang sore hari karena disaat itu ombak disana sedang besar besarnya sehingga anda bisa melihat pemandangan ombak yang naik ke atas. Jika anda datang di pagi hari anda dapat melihat sunrise disini dan pengunjungnya pun masih sepi. Disini pengunjung dapat mendirikan tenda dan bermalam di Bukit Banyu Mulok menikmati keindahan jutaan bintang yang terbentang di angkasa.

  1. Bukit Cemenung

Bukit ini terletak di Desa Tenggong Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Di desa tersebut terdapat sebuah bukit yang dahulunya dijadikan sebagai lokasi bekas tambang kapur dan batuan mangan, serta pabrik gamping atau batu kapur.

Keunikan dan daya tarik dari lokasi wisata ini adalah adanya bangunan besar dengan cerobong di bagian atasnya. Keberadaan bangunan bercerobong di Bukit Ceenung dikarenakan pada jaman dahulu daerah tersebut merupakan kawasan tambang kapur serta batuan mangan dan juga pabrik gamping (batu kapur). Sekilas bentuk bangunan yang ada mirip dengan model bangunan kincir di negeri Belanda. Sehingga anda bisa mengabadikan potret diri berlatarbelakang bangunan unik tersebut.

Udara yang cukup dingin akan melengkapi perjalanan wisata anda di Bukit Cemenung. Menikmati keindahan alam tersebut akan memberikan ketenangan dan pengalaman menarik bagi anda saat mengunjunginya. Sudah banyak wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri berdatangan ke Bukit Cemenung untuk menikmati pemandangan alam yang luar biasa dan unik di sekitar lokasi tersebut.

  1. Air Terjun Alas Kandung

Air Terjun Alas Kandung  terletak di wilayah pinggiran Alas (Hutan) Kandung Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Tulungagung, atau sekitar 30 kilometer dari Kota Blitar ini, hanya dalam waktu 1 jam perjalanan. Air Terjun Alas Kandung memiliki 3 tingkatan dengan ketinggian yang bervariasi, paling tinggi di puncak air terjun memiliki ketinggian sekitar 15 meter. Airnya yang terlihat ke biru-biruan yang sangat menggoda untuk kita berenang. Namun perlu diketahui kedalaman Air Terjun Alas Kandung lumayan dalam sekitar 4-8 meter, sehingga bagi yang tidak ahli renang ata tidak membawa perlengkapan berenang sebaiknya menahan diri untuk berendam di Air Terjun Alas Kandung ini. Walaupun tidak berenang Anda masih bisa melakukan aktifitas lain seperti berfoto-foto. Air Terjun Alas Kandung dikelilingi pepohonan yang sangat rindang menambah tentram suasana. Di dalam kolaman, ikan-ikan dan udang kecil akan menghampiri ketika kita memasukkan kaki ke dalam air.

Air terjun ini masih sangat alami karena berada di tengah kawasan hutan. Aliran air terjun ini memang tidak terlalu deras, tapi jernihnya air dan keindahan tebing di sini akan membuat suasana semakin menyenagkan. Kalian akan merasakan kesejukan dari air yang jernih dan alami mengalir dari atas tebing, bahkan kalian juga bisa mandi di bagian bawah dari air terjun ini. Banyak sekali anak anak sekitar menghabiskan waktu dengan berenang di air terjun alas kandung ini. Mulai dari berenang atau bahkan melompat dari bebatuan yang ada di sekitar air terjun ini.

  1. Pantai Kedung Tumpang

Inilah pantai dengan kolam renang alami terindah di Pulau Jawa. Terletak di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban kabupaten tulungagung jawa timur.  Rasanya tak berlebihan menyebut Kedung Tumpang sebagai pantai anti mainstream terindah di Pulau Jawa. Pantai ini sebenarnya adalah gugusan karang yang tergerus ombak, sehingga membentuk cekungan alami kolam laguna yang terisi air laut. Bentuk laguna Kedung Tumpang pun indah, airnya bening dan traveler bisa berenang dengan asyik di sini. Seperti punya kolam renang pribadi dengan view cantik menuju ke laut lepas. Namun perlu diingat, traveler hanya boleh berenang di laguna Kedung Tumpang ini saat sedang surut saja, yaitu pada pagi hari. Saat air laut sedang pasang, otomatis kita tidak diperbolehkan untuk berenang di Kedung Tumpang karena ombak di sekitar sangatlah kencang, dan sangat berbahaya untuk berenang.

Kedung tumpang dalam bahasa indonesia berarti  kolam yang menumpang. Diberi nama seperti itu karena posisinya yang menumpang diatas tebing yang berbatasan langsung dengan laut selatan. Jadi seolah-olah kedung tumpang adalah sebuah kolam yang menumpang diatas laut atau tebing laut. Untuk biaya retribusinya hanya Rp 5000.

Top