Category: Wonosobo

5 Destinasi Wisata Populer dan Indah Di Wonosobo

Wonosobo memang menjadi destinasi wisata yang tak paling diminati. Baik pengunjung lokal maupun turis luar negeri ramai memadati salah satu kabupaten berhawa dingin di Jawa Tengah ini. Namun suhu udara yang dingin ini justru menambah esensi wisata di Wonosobo jadi makin romantis. Kota yang terletak di dataran tinggi pulau Jawa ini diapit oleh dua buah gunung yaitu gunung Sindoro dan Sumbing. Kabupaten Wonosobo letaknya berbatasan dengan kabupaten Temanggung yang juga memiliki banyak tempat wisata. Wonosobo, merupakan sebuah kabupaten kecil yang terletak persis di tengah tengah pulau jawa. Wonosobo juga merupakan kota tujuan wisata kedua setelah magelang dengan borobudur sebagai wisata andalanya di jawa tengah.

  1. Curug Sikarim

Curug Sikarim terletak di Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, ada sebuah air terjun yang tidak hanya menyajikan pesona keindahan alam tapi juga keindahan suara alam. Berlatar belakang Bukit Sikunir, Curug Sikarim menyajikan pengalaman yang berbeda kepada setiap pengunjung yang datang. Berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Wonosobo, tidak terlalu mudah mencapai air terjun yang memiliki ketinggian 24 meter ini.  Untuk perjalanan menuju Curug Sikarim yang berada dekat dengan Desa Sembungan yaitu desa tertinggi di Pulau Jawa, Anda akan menyusuri perjalanan yang panjang, jalanan yang berliku, dan rusak. Untuk kendaraan, disarankan menggunakan motor khusus tracking sedangkan untuk mobil terutama mobil pribadi yang tidak terbiasa dengan medan menantang tidak disarankan untuk perjalanan.

Selama perjalanan menuju Curug Sikarim, Anda akan di suguhkan pemandangan yang indah dengan bukit-bukit yang hijau, pertanian sayur yang luas, dan spot-spot yang indah dan elegan untuk berfoto-foto. Dengan suasana pedesaan yang sangat kental, warganya yang ramah dan masih mengandalkan pertanian ini menjadi nilai tambah. Selain ramah, mereka juga sangat menghargai siapa saja yang datang, mungkin hanya sekedar berbincang dengan para penduduk dan petani yang tinggal disekitar Curug Sikarim. Anda akan merasakan kehangatan dan ketulusan dari para warga yang tinggal disekitar Curug. Selain itu di perjalanan menuju Curug Sikarim, Anda dapat melihat perkebunan wasabi. Wasabi yang ditanam di lahan-lahan sekitar Curug Sikarim dibudidayakan dan dikelola oleh pemerintah Jepang. Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan dari kota Wonosobo, sampailah Anda di Curug Sikarim. Anda akan melihat jernihnya air terjun Sikarim dengan ketinggian sekitar 100 meter dan dikelilingi hutan yang hijau.

Kondisi jalan berliku, naik-turun, serta berlubang menjadi kendala tersendiri saat berkunjung ke curug ini. Tapi, sebagai hiburan, selama perjalanan, pengunjung akan ditemani keindahan alam Wonosobo yang memukau. Ladang-ladang milik warga sekitar terlihat begitu subur dengan daun-daun yang hijau. Di kejauhan, bukit-bukit yang dihiasi tanaman hijau. Plus, udara yang sangat sejuk. Tiba di Curug Sikarim, pengunjung akan disajikan pemandangan air yang mengalir deras menyusuri tebing batu. Aliran air terbagi menjadi dua jalur aliran. Tidak puas dengan pemandangan dari kejauhan, berjalanlah mendekat melalui jalan setapak.

  1. Lubang Sewu

Lubang Sewu terletak di Desa Erorejo Kecamatan Wadaslintang Wonosobo tepatnya di area sekitar waduk Wadaslintang. Untuk menuju ke destinasi ini kalian pergi ke area perbatasan antara Wonosobo dan Kebumen. Untuk perjalanan dari Kota Wonosobo melewati arah Banjarnegara hingga sampai perempatan Sawangan, lalu melewati Kaliwiro dan menuju ke Wadaslintang, sudah terpampang jelas tulisan Desa Wisata Erorejo Lubang Sewu, jarak yang ditempuh jika melalui Wonosobo sekitar 43 km.

Asal muasal nama lubang sewu berasal dari cerita masyarakat sekitar saat keadaan air surut kadang terlihat ribuan lubang dan batu yang terkikis oleh air seperti karang atau seperti grand canyon berukuran kecil dan indah, tempat wisata ini dikatakan destinasi musiman karena kadang bebatuan tersebut tenggelam saat musim hujan. Di Desa Erorejo juga terdapat sekumpulan nelayan air tawar yang memiliki anggota sekitar 40 kepala keluarga yang biasa berpenghasilan dari ikan di Waduk Wadaslintang, saat musim ikan melimpah dalam satu hari bisa menghasilakan 1 Kwt ikan segar, tidak heran jika banyak orang yang memiliki hobi memancing berkunjung ke tempat ini hanya untuk menikmati indahnya Erorejo sekaligus menyalurkan hobi memancingnya.

Lubang sewu di waduk wadaslintang tidak sepanjang tahun terlihat.Lubang lubang ini terlihat hanya di musim kemarau. Saat debit air waduk surut maka baru akan terlihat ribuan lubang lubang di bebatuan.Dari sinilah di namakan Lubang sewu. Beberapa fasilitas yang di dapat adalah : Keindahan Waduk Wadaslintang, Bebatuan lubang sewu, Pemandangan matahari tenggelam di atas Waduk, Lokasi pemancingan, Gazebo, Bukit Hijau, kuliner warung makan khas Wonosobo, mushola dan WC.

  1. Telaga Warna

Secara Administratif, Telaga Warna Masuk Wilayah Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah . Awal anda masuk ke Wilayah Dataran Tinggi Dieng, anda akan menjumpai pertigaan, Jalur kanan jika anda ingin menuju wilayah Dieng Kulon, Belok kanan anda masuk wilayah Desa Dieng Wetan. Telaga Warna terletak sekitar 800m melalui Jalan Jalur Kiri. Menurut mitos yang berkembang di Masyarakat Dieng, beragam warna yang muncul dipermukaan Telaga warna, Konon diakibatkan pada jaman dahulu kala ada Cincin milik seorang bangsawan yang jatuh ke dasar telaga tersebut. Sedangkan menurut kajian Ilmiah, warna-warni dipermukaan Telaga tersebut adalah akibat dari pembiasan cahaya pada Endapan Belerang/sulfur didasar Telaga warna. Warna yang dominan muncul dipermukaan telaga warna adalah Warna Hijau, warna putih kekuningan, serta warna biru laut.

Selain keunikan airnya, kondisi alam di sekitar Telaga Warna juga cukup menawan. Berpadu dengan kesejukan udara pegunungan yang begitu dingin, hembusan angin di sela-sela pepohonan, sehingga menghadirkan suasana yang begitu harmonis. Belum lagi kicauan burung-burung liar yang bersembunyi di balik pepohonan, sungguh membuat suasana hati semakin damai. Keberadaan bukit-bukit yang menjulang tinggi, seakan mengelilingi area telaga, merupakan pesona lain yang tak kalah menawan saat Anda berada di lokasi Telaga Warna.

Ada lagi yang unik dengan kawasan Telaga Warna, yaitu keberadaan Telaga Pengilon. Ada yang menyebut kedua telaga ini Telaga Kembar. Telaga Pengilon yang letaknya bersandingan dengan Telaga Warna, tidak terpengaruh oleh air Telaga Warna. Warna permukaan airnya tetap jernih seperti cermin karena memang kandungan sulfurnya rendah sekali. Untuk itulah air Telaga Pengilon-lah yang dijadikan sumber irigasi oleh penduduk sekitar untuk mengairi ladang tanaman kentang yg menjadi komoditas utama Dieng. Beberapa objek wisata lain di sekitar Telaga Warna Dieng adalah: Gua Semar atau dikenal dengan Pertapaan Mandalasari Begawan Sampurna Jati, Gua Sumur Eyang Kumalasari danGua Jaran Resi Kendaliseto.

  1. Bukit Scooter

Bukit Scooter terletak di sebelah utara Desa Dieng Kulon, dengan jarak tempuh sekitar 1 Km perjalanan dengan mendaki bukit. Aksesnya relatif mudah dan tidak melelahkan. Jika selama ini yang Anda ketahui tentang Dieng hanya seputar wisata candi, Telaga Warna, Kawah Sikidang atau Bukit Sikunir dan Gunung Prau saja, tak ada salahnya Anda berkenalan dengan Bukit Scooter. Bukit Scooter adalah Spot yang tepat untuk berburu panorama-panorama unik Dieng yang berbeda dari biasanya setiap waktu setiap musim. Pagi, siang ataupun malam Bukit Scooter selalu bisa menyuguhkan pemandangan indah nan mempesona. Dari bukit ini Anda bisa menyaksikan lanskap Dataran Tinggi Dieng yang dikelilingi gunung dan bukit dalam lapis selimut kabut menghampar di atas pemukiman penduduk yang menciptakan nuansa tersendiri khas alam pegunungan. Di sini Anda juga bisa menyaksikan detik-detik terbitnya matahari menerangi lanskap Dataran Tinggi Dieng. Bahkan jika kondisi cuaca mendukung, cerah dan tak berkabut, Laut Jawa yang berada di utara Jawa Tengah dapat terlihat dengan mata telanjang dari tempat ini.

Bukit scooter dijuluki dengan julukan “BLUE SUNRISE” (Sunrise dengan langit biru) yang sangat beda dengan panorama sunrise yang lain yang ada di kawasan wisata dataran tinggi Dieng, sebuah obyek wisata alam yang memukau bagi para wisatawan dan tentunya recomended bagi anda dan keluarga. Tiket masuk menuju “bukit scooter” hanya IDR 5000 per wisatawan, harga yang sangat murah untuk sebuah panorama alam yang di juluki Blue sunrise ini.

Bukit Scooter juga dilengkapi dengan Gazebo yang bisa digunakan para pengunjung untuk beristirahat dan bersantai. Di sini Anda akan serasa sedang bersantai di atas awan sambil menikmati sejuknya semilir angin khas pegunungan. Saat malam dan cuaca sedang cerah, jangan lewatkan untuk menikmati taburan bintang atau yang biasa kita sebut milkyway terpapar indah di atas langit Dieng. Keindahan taburan bintang inilah yang membuat Bukit ini juga memiliki julukan “Bukit Bintang”. Sungguh mahakarya indah Sang Pencipta yang mengagumkan dan patut kita syukuri.

  1. Kawasan Dieng / Dieng Plateau

Dieng Plateau, dataran tinggi terindah di Pulau Jawa yang terletak pada ketinggian 2.000 mdpl. Dieng Plateau dengan julukan negeri di atas awan. Terletak di Bakal, Batur, Banjarnegara, jawa tengah.

Dieng yang dijuluki dengan negeri Kahyangan memang sejak dahulu sudah dijadikan pemukiman, terbukti dengan adanya Candi-Candi Hindu di dataran tinggi Dieng. Candi-candi Dieng ini bisa menjadi pilihan tepat untuk berlibur jika Anda pergi ke Dieng. Kompleks candi arjuna Terletak pada ketinggian 2093 meter diatas permukaan laut (mdpl), Candi Arjuna menyajikan pesona lansekap dataran tinggi Dieng yang berpadu dengan mahakarya agung peninggalan peradaban Kerajaan Mataram Kuno. Deretan lekuk perbukitan yang menawan serta hamparan kabut khas dataran tinggi menjadi pelengkap bagi para pejalan yang singgah ke komplek Candi Arjuna. Di Kompleks Candi Arjuna ini terdapat lima bangunan candi yang berjajar lurus dari sisi utara ke selatan. Deretan candi-candi tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Rata-rata ketinggian candi yang ada di kompleks Candi Arjuna ini hanya setinggi empat hingga lima meter saja. Di sekeliling candi terdapat jalur bebatuan kerikil yang difungsikan sebagai jalur bagi umat Hindu yang sedang bersembahyang untuk berkeliling mengitari candi.

Selain Candi, Kawah Dieng juga tidak kalah menarik untuk dikunjungi jika kita ingin melihat seperti apa gunung berapi itu. Tapi hati-hati ya jangan terlalu dekat dengan kawah, tapi soal asap kawah Dieng aman kok. Pegunungan Dieng merupakan kawasan vulkanik yang masih aktif hingga sekarang. Tidak heran jika banyak ditemukan kawah-kawah yang diantaranya masih menunjukan aktivitasnya seperti salah satu diantaranya Kawah SiKidang ,merupakan salah satu Obyek Wisata andalan di Dieng. Pemandangan alam dilokasi yang menakjubkan, antara dominasi warna hijau pegunungan dan perbukitan yang mengelilingnya dipadu dengan hamparan tanah kapur disekitar tanah Sikidang memberi kesan indah namun misterius pada wilayah ini. Lalu Kawah Sileri, Kawah Terluas di Dieng ini terhitung masih aktif. Dari permukaan kawah masih terus menerus mengeluarkan asap putih dan menunjukan gejala-gejala aktivitas Vulkanis. Luas Kawah ini Sekitar 4 Hektar, dengan kepundan datar sehingga aliran airnya mengalir ke bawah. Warna air kawah yang keabu-abuan menyerupai air cucian beras (leri). Itulah asal muasal mengapa kawah ini dinamakan kawah seleri. Dan yang terakhir Kawah Candradimuka, Kawah  yang sering disebut-sebut dalam legenda pewayangan sebagai tempat dimana Gatutkaca dijedi (dimandikan) sehingga memiliki kesaktian yang luar biasa. Kawah ini juga termasuk Kawah Aktif.

Top