5 Destinasi Wisata Menarik untuk dikunjungi di Klaten

Klaten adalah sebuah daerah di Provinsi Jawa Tengah. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Boyolali di utara, Kabupaten Sukoharjo di timur, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di selatan dan barat. Kompleks Candi Prambanan, salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, berada di Kabupaten Klaten. Berada di perbatasan antara kota besar Yogyakarta dan Surakarta, Klaten seringkali menjadi tempat singgah orang-orang yang akan pergi ke Surakarta atau ke Yogyakarta untuk liburan. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata menarik yang bisa kamu kunjungi di Klaten.

  1. Umbul Ponggok

Buat kamu yang pengen nyoba diving maupun snorkeling tetapi takut jika sewaktu-waktu terseret ombak, datang aja ke Umbul Ponggok Klaten. Tempat ini sangat cocok buat kamu yang masih pemula di dunia selam menyelam. Kamu juga gak perlu khawatir, karena di Umbul Ponggok ini tidak ada ombak sama sekali. Umbul Ponggok merupakan kolam sumber mata air alami yang dikembangkan oleh masyarakat sekitar menjadi tempat wisata air yang terkenal dan diminati oleh para traveller. Umbul ponggok ini juga sering digunakan untuk latihan diving oleh para mahasiswa yang tergabung dalam UKM selam.

Dasar kolam Umbul Ponggok ini masih sangat alami yang berupa hamparan pasir, bebatuan, dan ribuan ikan warna-warni yang membuat kamu seolah-olah benar-benar berada di bawah laut. Walaupun banyak ikan di dasar kolam, air di Umbul Ponggok ini tidak berbau amis karena airnya mengalir terus.Destinasi wisata ini terletak di Desa Ponggok, Kec. Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Umbul Ponggok selalu buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Untuk masuk ke Umbul Ponggok kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 8.000 per orang untuk tiket masuknya. Jika kamu ingin menyewa peralatan snorkeling, kamu cukup membayar sebesar Rp 5.000 untuk kaki katak, Rp 10.000 untuk snorkel, Rp 5.000 untuk pelampung, dan Rp 5.000 untuk ban. Jika kamu ingin mengabadikan fotomu di dalam air tetapi tidak memiliki kamera underwater, kamu bisa menyewa kamera underwater seharga Rp 60.000 untuk 30 menit dan Rp 100.000 untuk 1 jam.

  1. Bukit Clongop

Bukit Clongop adalah nama suatu tempat di wilayah Watugajah Gedangsari. Terletak di sebelah utara kecamatan Gedangsari kira-kira berjarak 3 km dari kota kecamatan Gedangsari, atau berjarak 3 km kearah selatan dari balai desa Watugajah. Karena letaknya yang tinggi, maka dinamakan Clongop. Menurut bahasa Jawa clongop berasal dari istilah tansah angop (menguap). Atau bisa juga berasal dari kata clong-clongan kemudian angop yang artinya setelah kita jalan-jalan kemudian istirahat melepas penat kemudian kita menguap karena ngantuk. Pada hari minggu atau libur bukit Clongop Gedangsari ini banyak dikunjungi orang, baik kaum remaja, anak-anak atau orang tua terutama pada sore hari untuk refresing atau ingin melepaskan lelah, tak ketinggalan para komunitas pothograper yang ingin mengambil momen pemandangan yang indah.

Tempat wisata yang satu ini cocok banget nih untuk para pendaki. Puncak Clongop menawarkan pemandangan Klaten yang begitu cantik dari ketinggian.Selain khas dengan pemandangan di puncaknya, di kawasan Clongop ini juga dapat ditemui wisata Klaten air terjun, yakni Curug Luweng Sampang dan Curug Indah yang juga tak kalah cantiknya.

  1. Museum Gula Gondang Winangun

Museum Gondang Winangoen terletak di  Jalan Raya Jogja-Solo Km.25 Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Museum ini berisi berbagai macam peralatan bersejarah dan juga cerita dibalik perkembangan industri gula di wilayah Jawa Tengah. Museum ini diresmikan pada tahun 1982 oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, yaitu Soepardjo Roestam, pada tanggal 11 September 1982. Empat tahun setelah peresmian Museum Gondang Winangoen, dilaksanakan sebuah Kongres, International Society of Sugar Cane Technologist di Pasuruan, Jawa Timur pada tanggal 22 Agustus 1986.

Di dalam Museum Gondang Winangoen, para wisatawan akan banyak dijelaskan tentang proses pembuatan sebuah gula. Mulai dari cara menanam tebu yang baik, pemetaan wilayah, jenis-jenis tebu di Indonesia, dan berbagai macam alat penggiling gula dari yang tradisional hingga yang modern. Tidak hanya peralatan pembuatan gula saja, di ruangan terakhir terdapat peralatan kantor para petugas pengolahan tebu, seperti beberapa mesin tik dan juga kalkulator kuno. Peralatan kantor tersebut digunakan saat pemerintahan Hindia-Belanda. Museum Gondang Winangoen adalah museum satu-satunya museum gula di Asia Tenggara.

Dibagian depan museum terdapat berbagai macam jenis lokomotif, beberapa diantaranya diproduksi oleh perusahaan Jerman. Dahulu transportasi ini digunakan untuk mengirim pasokan tebu dari berbagai macam daerah untuk diolah. Banyak wisatawan yang berfoto-foto dengan lokomotif tua ini. Museum Gondang Winangoen juga menyediakan jasa kereta mini lawas menggunakan kayu bakar untuk memutari kawasan Gondang Winangoen. Tiket masuk Museum Gondang Winangoen sangat murah, seharga Rp.5.000,- kita bisa mendapatkan ilmu dari masa lalu dan berbagai pengalaman untuk masa kini.

  1. Riverboarding Kali Pusur

Wisata Riverboarding mungkin lebih dikenal di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat. Namun di Kabupaten Klaten ternyata terdapat wisata Riverboarding, tepatnya di Kali Pusur, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Kali Pusur sendiri sebenarnya merupakan sebuah sungai dengan aliran air yang cukup besar untuk membawa Anda berpetualang. Nantinya, selama pertualangan traveller akan ditemani dengan operator. Harga untuk bermain di kali ini juga murah sekitar Rp150 ribu satu orang dan sudah ditemani oleh pemandu yang akan menjaga Anda selama berpetualang. Keindahan alam yang natural akan membawa Anda berpetualang ke surganya dunia. Untuk mengarunginya, Anda harus berpetualang selama dua jam, dan akan ada 6 jeram yang sangat menantang. Kemudian, di akhir perjalanan Anda langsung menyelam ke kolam alami yang ada di sana.

Wisata Riverboarding tersebut awalnya dari hobi dari salah satu komunitas pecinta alam, Pasmaja. Namun kemudian berlanjut menjadi wisata yang dikomersialkan. Meskipun baru dimulai 2012 lalu, namun berbagai wisatawan dari luar Klaten tidak sedikit yang telah mencobanya. Tridoyo Suryo Saputro, salah satu pengurus dari wisata tersebut, mengatakan medan riverboarding di Kali Pusur tersebut tepat diperuntukkan bagi pemula. Pasalnya, kedalam sungai dan tingkat kesulitan medan yang berbatu tidak membahayakan bagi wisatawan yang baru pertama kali mencobanya. Selain bermain dengan jeram yang menyenangkan, tamu dapat menikmati pemandangan alam sekitar yang mayoritas masih alami. Sejumlah peralatan bagi pengunjung juga disediakan sebagai bagian dari keselamatan, seperti helm, pelampung, pelindung kali,dan termasuk board-nya.

  1. Taman Lampion Klaten

Taman Lampion, itulah nama sebuah taman di Klaten tepatnya di Kelurahan Bareng Lor, Klaten Utara, Klaten. Terletak sekitar 200 meter saja di samping jalan utama Klaten-Jogja. Tadinya saya pikir ada banyak lampion di taman ini sesuai namanya, tapi ternyata ini adalah taman biasa pada umumnya, hanya dengan konsep Chinese.  Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya bangunan di taman ini dengan warna merah dan desain khas Cina. Taman dengan luas lebih dari satu hektar ini rencanannya juga akan dilanjutkan pembuatannya dengan ditambahkan embung.

Di tengah taman terdapat kolam bertingkat dengan dilengkapi air mancur di sekelilingnya, airnya pun masih jernih dan segar. Sekelilng air mancur dibangun Jogging Track atau Walking Track untuk kita yang akan berkeliling taman. Desain dari lantainya pun cukup bagus rapi dan modern. Masuk taman ini tentunya gratis, dan hanya membayar biaya parkir kendaraan saja untuk motor hanya Rp 2000 per motor. Disini kita tidak hanya piknik atau  bersanai saja, tetapi juga bisa mengabadikan moment-moment menarik kalian dengan sahabat, keluarga atau pasangan tentunya.

Top

5 Rekomendasi Destinasi Wisata di Kudus

Kudus merupakan sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berada di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Pati dan di sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Demak (Kota Wali), serta di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jepara (KotaUkir). Kota Kudus terkenal dengan sebutan Kota Kretek karena Kudus sebagai kota penghasil rokok terbesar di Jawa Tengah. Kota Kudus juga merupakan pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan. Selain terkenal sebagai Kota Kretek, Kudus juga dikenal dengan sebutan Kota Santri karena latar belakang sejarahnya yang menjadi salah satu pusat penyebaran agama islam, hal ini bisa dilihat dari terdapatnya makam Sunan Kudus dan Sunan Muria. Walaupun Kudus bukanlah kota yang luas tetapi, Kudus memiliki daya tarik tersendiri di bidang pariwisatanya. Berikut adalah beberapa tempat wisata yang ada di Kudus.

  1. Air Terjun Montel

Air terjun ini terletak di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Propinsi Jawa Tengah. Tepatnya obyek wisata Air Terjun Montel ini ada di bagian sebelah utara dari Makan Sunan Muria, ada di kaki pegunungan Muria. Air Terjun Montel ini memiliki ketinggian kurang lebih 50 meter dan kemudian memiliki suhu sekitar 18-20 derajat Celsius. Kesejukan yang ada di air terjun Montel ini membuat Anda bisa betah untuk berlama-lama berada di air terjun ini. banyak para wisatawan yang datang kesini untuk menikmati pesona alam yang masih natural ini. Pastinya setelah Anda melihat hal tersebut akan tertarik untuk pergi berlibur kesana.

Hijaunya pemandangan ditemani kicauan burung-burung menjadikan nuansa nyaman dan merefreshkan. Lokasi Air Terjun Montel memang sangat cocok bagi siapapun yang ingin menghilangkan penat dari urusan pekerjaan. Tak heran jika pada musim liburan atau weekend objek wisata ini kian ramai oleh pengunjung. Pada bagian dasar air terjun banyak bebatuan besar yang sangat bagus untuk dijadikan tempat foto selfie. Bagi yang ingin berenang ataupun bermain air bisa dilakukan di bawah guyuran air terjun yang membentuk kolam.

Disini disediakan diantaranya yaitu lokasi parkir, mushola, warung makan dan juga dengan kios-kios penjual cenderamata khas dari Colo ini. contohnya yaitu seperti tongkat Colo dan kayu pengusir tikus. Kemudian untuk akomodasi yang ada yaitu berupa Graha Muria yang memang sengaja di bangun oleh Pemerintah Kabupaten dari Kudus sendiri. Ini berguna untuk tempat peristirahatan, penginapan dan juga sebagai lokasi untuk jumpa. Untuk karcis nya Anda akan dikenakan Rp. 5000 per orang.

  1. Puncak 29

Puncak songolikur begitulah warga kudus maupun warga luar kudus akrab menyebutnya. Selain tempatnya yang indah dan alamiah, tempat ini juga menyimpan banyak mitos dan misteri yang bersifat mistis. Hal mistis ini berasal dari cerita-cerita orang-orang terdahulu yang hidup di daerah tersebut. Sehingga menjadi turun temurun ke anak cucu sehingga menjadi suatu adat. Puncak Songolikur memiliki nama lain Puncak Saptorenggo adalah merupakan puncak tertinggi di Gunung Muria. Puncak ini memiliki ketinggian sekitar kurang lebih sekitar 1602 meter dpl. Daerah Puncak 29 tersebut masih termasuk dalam wilayah administratif desa Rahtawu, kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Wisata yang terletak di kaki Gunung Muria memiliki jarak sekitar 20 km dari Kota Kudus. Puncak ini memiliki pemandangan yang indah karena letaknya yang dikelilingi deretan pegunungan dan sungai-sungai yang masih jernih. Namanya adalah mata air sungai Kali Gelis yang berasal dari Rahtawu. Kawasan ini sangat cocok bagi para pelajar, remaja serta muda-mudi yang berhobi mendaki gunung dapat menyusuri jalan setapak menjelajahi medan pegunungan. Puncak 29 memiliki 2 jalur, yaitu melalui Desa Rahtawu di Kabupaten Kudus dan Desa Tempur di Kabupaten Jepara. Dari kedua jalur tersebut, jalur melalui Desa Rahtawu adalah yang paling populer di kalangan pendaki.

Konon katanya di Puncak Rahtawu – yaitu Puncak Songolikur ( Puncak 29 ) adalah pusat pertapaan para dewa yang selalu memberikan kedamaian dan rahmat di Bumi. Rahtawu ini memiliki pemandangan yang indah karena letaknya yang dikelilingi deretan pegunungan dan sungai-sungai yang masih jernih. Mata air sungai Kali Gelis berasal dari Rahtawu ini.

  1. Gray Canyon Kudus

Terletak di Tanjung Rejo, Kecamatan Jekulo, atau  200 meter dari TPA Tanjung Rejo, Grey Canyon  sebenarnya sudah cukup terkenal, bahkan pernah dijadikan sirkuit offroad tingkat nasional pada tahun 2010. Tanjung rejo yang memiliki luas wilayah 730, 49 hektar tersebut terbagi menjadi tiga  dusun, yaitu dusun Patihan, Dusun Beji, dan Dusun Kedungmojo. Tempat ini berbentuk dinding alam  dengan nuansa abu-abu. Banyak fotografer menjadikannya sebagai latar belakang untuk pemotretan fashion.

Walaupun sekarang telah menjadi tempat wisata namun sebenarnya awalnya tempat ini bukanlah tempat wisata. Akan tetapi ini adalah merupakan tempat galian C, dan masih ada persoalan yang belum selesai dengan warga sekitar. Meskipun demikian tidak menjadikan permasalah untuk tempat ini di kunjungi sebagai tempat wisata.

  1. Taman Sardi

Wisata Taman Sardi  merupakan sebuah wahana wisata alam yang memiliki pemandangan yang indah dan Taman Sardi juga dapat menikmati outbound yang seru bersama keluarga maupun teman. Lokasi Taman Sardi tidaklah jauh dari  Colo tepatnya di Dukuh Watu Lumpang  Desa Kajar ,Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Jawa Tengah .

Salah satu yang enarik dari tempat ini adalah Wisata Menara Pisang di Dawe Kudus Jawa Tengah yang sangatlah luas dan mempunyai pesona yang indah. Dengan membayar sebesar Rp. 15000. anda bisa menikmati berbagai fasilitas yang disediakan disini. Mulai dari anda masuk, terdapat sederetan gazebo yang siap buat anda istirahat. dan bagi anda yang hendak berkunjung ketempat tersebut dengan rombong kami juga melayani jasa sewa bus pariwisata. juga lokasi outbond dan camping ground yang disediakan untuk pengunjung yang mau camping, atau yang cuma mau sekedar foto-foto, ada banyak spot yang cocok buat jadi backgroud foto kamu yang pastinya luar biasa keren salah satunya yang sedang marak di instagram yaitu menara pisang.

  1. Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar

Dilihat dari segi geografisnya lokasi Bumi Perkemahan dan Wana Wisata Kajar berlokasi di lereng Gunung Muria. Lebih tepatnya di Desa Kajar, Kecamatan Lajar Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Tepatnya berada di kawasan hutan pinus dan berjarak 3 km dari makam sunan muria. Lokasi sangat sejuk dan menantang. Karena berada di ketinggian 600 mdpl dan banyak terdapat pepohnan pinus. Kawasan ini sangat tepat untuk kegiatan perkemahan dan jelajah medan atau lintas alam,baik bagi pelajar maupun umum. Lupakan sejenak kebisingan dan polusi udara perkotaan, kemudian ambil waktu semalam untuk mendirikan kemah bersama keluarga. Anda juga bisa mengajak teman untuk menikmati.Kesegaran hawa Gunung Muria akan membawa kita fresh kembali. Kawasan ini sangat tepat untuk kegiatan perkemahan dan jelajah medan atau lintas alam ,baik bagi pelajar maupun umum .

Disini terdapat Meeting Outdoor. Meeting atau akrab dengan bahasa Rapat sering kali di lakukan di ruangan tertutup yang ber AC seperti pada layaknya kalangan-kalangan pejabat elit. Namun kali ini di Bumi Perkemahan dan Wana Wisata Kajar memberikan nuansa yang berbeda untuk kegiatan meeting. Nuasa yang berbeda ini di lakukan di luar ruangan tentunya di bawah pepohonan pinus yang lebat dengan udara sejuk. Untuk itu bagi yang menginginkan meeting outdoor ini pengelola wana wisata menyediakan penyewaan unruk fasilitas tenda yang menampung sampai 20 orang. Pengelola berharap dengan nuansa yang berbeda ini selain mempu untuk mengundang wisatawan, juga untuk memperjernih isnpirasi etika rapat bersatu dengan alam.

Selain itu disini juga terdapat fasilitas Outbond. Outbond yang berlangsung di Bumi Perkemahan dan Wana Wisata Kajar ini bisanya pada waktu-waktu liburan sekolah. Mereka para pelajar maupun mahasiswa selain memanfaatkannya untuk Camping dan Hiking, mereka juga menggunakannya untuk Outbond. Konsep outbond yang sering dilakukan disini berupa pendidikan pengalaman atau disebut dengsn experiental education. Namun tidak menutup kemungkinan untk melakukan kegiatan lainnya seperti permain-pernaian luar ruangan yang bersifat sebagai hiburan.

 

Top

5 Destinasi Wisata Bagus dan Menarik di Pemalang

Pemalang merupakan kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Tengah yang termasuk dalam deretan kabupaten di Pantura Jawa Tengah. Kabupaten Pemalang ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Tegal di sebelah barat dan dengan Kabupaten Pekalongan di sebelah timur. Di sebelah utara Kabupaten Pemalang berhadapan langsung dengan Laut Jawa, sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga. Kabupaten Pemalang ini memiliki ibu kota di Kota Pemalang dan memiliki julukan Kota Ikhlas. Wisata Pemalang memang banyak diburu oleh wisatawan karena dari beberapa tempat di bawah ini memiliki keunikan tersendiri. Berikut ini destinasi wisata yang ada di Pemalang.

  1. Pantai Widuri

Pantai Widuri adalah pantai yang terletak di desa Widuri maka itulah dinamakan Pantai Widuri. Masyarakat sekitarnya lebih mengenal dengan sebutan cilincing. Desa Widuri terletak di kecamatan pemalang kabupaten pemalang jawa tengah. sebelah barat adalah kelurahan sugih waras (tanjung sari), sebelah timur desa dana sari, sebelah selatan kelurahan pelutan dan sebelah utara adalah laut jawa. Wisata Pemalang Pantai Widuri ini berada tidak jauh dari pusat kota Pemalang yaitu sekitar 3 km saja. Banyak wisatawan yang berlibur ke Pantai ini karena aksesnya mudah dan memiliki pemandangan laut yang indah. Banyak fasilitas yang disediakan di Pantai Widuri ini, seperti kolam renang, lapangan tenis, panggung hiburan, permaina anak dll. Bahkan kabarnya di Pantai Widuri ini akan dibangun waterboom yang akan menambah semaraknya Pantai Widuri di Pemalang ini.

Obyek wisata yang ada mulai dari bentangan pantai yang tidak begitu luas, namun di pinggiran pantai banyak ditumbuhi pohon-pohon besar yang sudah berumur puluhan tahun dan terdapat tempat-tempat duduk untuk menikmati keindahan pantai dan menikmati sunrise serta sunset, beraneka ragam tempat wisata kuliner spesial sea food, obyek wisata air Water Boom yang terbaru, arena bermain anak-anak, panggung untuk pagelaran musik, lapangan tenis dan sirkuit balap motor. Obyek wisatanya sendiri dikelilingi oleh tembok tembok pembatas yang mengelilinginya kalau dihitung luas di dalamnya kurang lebih sekitar 10 hektar saja. Selain bisa bermain pasir di pantai, di area Pantai Widuri juga terdapat wahana bermain air Widuri Waterpark yang bisa dinikmati bersama keluarga. Harga tiket masuk Widuri Waterpark sebesar Rp 15.000 per orang. Sedangkan tiket masuk Pantai Widuri Rp 2000 per orang pada hari biasa, dan Rp 3000 per orang pada hari libur.

  1. Curug Sibedil

Curug ini terletak di Dusun Karangbulu, Desa Sima, Kec. Moga. Dari pusat kota Pemalang, curug atau air terjun ini berjarak sekitar 35 km. Adapun waktu tempuhnya antara 25-35 menit dengan kendaraan umum. ‘Curug’ atau ‘jurug’ adalah bahasa Jawa yang berarti “air terjun”. Dengan tinggi 20 meter dan pancuran air yang banyak melimpah, Curug Sibedil menawarkan pemandangan indah nan menyegarkan. Suara gemericik air menyentuh bebatuan di kolam penampungan, ditambah hijaunya pepohonan di sekitar lokasi air terjun sungguh menjadi tujuan tepat untuk relaksasi.

Dinamai Sibedil karena tidak jauh dari curug/air terjun terdapat sebuah batu yang bentuknya mirip moncong senapan atau lebih tepatnya moncong meriam yang oleh warga sekitar disebut bedil. Kata bedil/senapan lambat laun menjadi akrab ditelinga dengan pengucapan Sibedil. Konon, menurut cerita para sesepuh warga, pada masa lalu dan diwaktu-waktu tertentu seperti malam jumat, batu yang menyerupai moncong meriam itu sering mengeluarkan suara dentuman mirip suara senapan/bedil, cerita ini melegenda berdasarkan cerita dari mulut ke mulut. Sampai sekarang kebenarannya masih simpang-siur. Daya tarik Curug Sibedil, selain keaslian alamnya juga jumlah air terjunnya yang tidak cuma satu tapi banyak dan berjejer di samping air terjun terbesarnya. Curug ini menyajikan suasana damai sehingga tempat ini cocok untuk melepas kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Apalagi bagi yang suka fotografi menyajikan pemandangan yang memukau.

  1. Kebun Teh Semugih

Kebun Teh Semugih merupakan sebuah perkebunan teh yang berada di kaki Gunung Slamet. Perkebunan teh ini berada di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Perkebunan yang teh yang dikelola oleh PTPN IX ini memiliki luas sekitar 400 hektar. Namun dari keterangan yang ada hanya sekitar 280 hektar yang mampu berproduksi. Sisanya masih dalam tahap regenerasi. Seperti kebun teh pada umumnya, di Kebun Teh Semugih ini kita juga akan disambut oleh pemandangan hijau tanaman teh sejauh mata memandang. Kebuh Teh Semugih merupakan tempat yang ideal di Pemalang untuk menyegarkan mata dan pikiran. Selain itu menawarkan keindahan alam perkebunan teh yang elok dan keramahan para  pemetik daun teh muda. Suasana seperti itu tidak lagi mudah ditemui di perkotaan. Ketekunan bekerja dan harmoni mencari nafkah dan menjaga harmoni antarsesama pemetik teh mengajarkan kepada wisatawan yang menelik perkebunan ini bahwa hidup senantiasa dekat dengan keriangan. Di samping pemandangan kebun teh anda juga dapat menikmati indahnya Gunung Slamet dari kejauhan.

Kebun teh ini sudah dikembangkan menjadi agrowisata dengan menambahkan beberapa fasilitas pelengkap untuk kebutuhan traveler yang berkunjung. Mereka yang datang ke Agrowisata Kebun Teh Semugih bisa melakukan aktivitas outbond, flying fox, jembatan tali dan mengendarai ATV. Atau bagi yang suka bersantai sambil memandangi luasnya perkebunan teh yang menghijau ini bisa naik ke gardu pandang atau berkeliling dengan kereta wisata.

  1. Hutan Mangrove Mojo

Hutan Mangrove Mojo ini berada di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Propinsi Jawa Tengah, tepatnya di ujung kali Comal, aksesnya harus menggunakan kapal menyusuri sungai Comal sejauh kurang lebih 3 km, karena hutan mangrove ini terletak di ujung dari Kota Pemalang atau lebih enaknya pulau kecil yang berada di antara muara kali Comal.

Luas kawasan mangrove di kabupaten Pemalang, sekitar 2.350 ha. Terdiri dari hutan mangrove seluas 410 ha, dan mangrove di pertambakan 1.940 ha. Kawasan mangrove pola empang parit (di pertambakan) terdapat di Kecamatan Ulujami, Kecamatan Petarukan, Kecamatan Taman dan Kecamatan Pemalang. Hutan mangrove mempunyai potensi untuk pengembangan ekosistem mangrove, sedangkan dipertambakan mempunyai potensi wisata edukasi berupa budidaya kepiting dan ikan dengan pola silvo fishery. Selain itu potensi wisata alam dikawasan pantai yang dapat dikembangkan kawawasan hutan pantai yang berupa sabuk hijau cemara laut (casuarina equisetifolia), luas hutan pantai sekitar 82 ha atau sepanjang 20,5 km. berada di desa Nyamplungsari, desa Kendalrejo, dan desa Pesantren. Hutan cemara laut tersebut sebagian sudah dikembangkangkan menjadi obyek wisata yang dikelola oleh kelompok tani karena secara visual tanaman cemara laut mempunyai bentuk yang indah.

Jenis mangrove yang ditemukan di hutan mangrove Mojo, antara lain Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Avicennia marina dan Sonneratia caseolaris. Rhizophora mucronata dan Avicennia alba terdapat di tiap tahun tanam sedangkan Avicennia marina dan Sonneratia caseolaris. Jenis mangrove yang lebih didominasi oleh Rhizophora mucronata. Jenis biota air antara lain yaitu peperek, layang, belanak, manyung, kembung, julung-julung, teri, tembang, layur, tongkol, peperek, bambangan, kakap, bawal hitam, tigawaja, cucut, pari, dan tenggiri.

  1. Gunung Gajah

Gunung Gajah adalah sebuah bukit yang terletak di Desa Gongseng, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Gunung ini punya trek yang sangat menantang. Pendaki harus ekstra hati-hati karena trek yang curam. Konon, bukit ini disebut gunung Gajah karena sekilas jika dilihat dari kejauhan pada posisi tertentu gunung tersebut mirip seperti gajah. Jaraknya sekitar 35 Km dari Kota Pemalang, ke arah barat daya. Tingginya sekitar 1.100 mdpl. Disini juga masih hidup beberapa fauna seperti monyet hutan. Spot-spot unik lain juga ada pada gunung kecil ini. Kita bisa menjumpai lubang atau bisa disebut juga gua di puncak gunung Gajah. Bebatuan yang tinggi menjulang juga bisa digunakan untuk climbing atau panjat tebing, orang biasa menyebutnya Tebing Gajah.

Selain itu di sini juga terdapat gardu pandang. Sehingga kamu bisa menikmati pemadangan kota Pemalang dari ketinggian. Udaranya yang sejuk berpadu dengan birunya langit serta hamparan persawahan, akan membuat merasa betah dan jatuh cinta berkali-kali! Untuk tiket masuk Gardu Pandang Gunung Gajah sebesar Rp. 5.000/orang.

 

Top

5 Destinasi Wisata Menarik di Purbalingga

Kabupaten Purbalingga terletak di Provinsi Jawa Tengah. Merupakan salah satu dari eks Karisidenan Banyumas. Kabupaten Purbalingga berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara di sebelah timur dan selatan, Kabupaten Banyumas di barat dan Kabupaten Pemalang di utara. Purbalingga yang masuk dalam kawasan wisata Jawa Tengah ini ternyata menyimpan banyak tempat wisata menarik untuk anda kunjungi. Mulai dari wisata buatan, wisata alam, wisata religi, hingga desa wisata. Dan berikut adalah destinasi tempat wisata di Purbalingga yang dapat anda kunjungi.

  1. Curug Tuntong Laut

curug ini terletak di Dukuh Cumbut, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja. Untuk Mencari lokasi curug ini cukup mudah. Sebab, Pemkab Purbalingga belum lama ini membangun jalur tembus dari barat Lapangan Desa Talah Lor menuju jalan tembus Desa Tlahab Lor menuju Desa Siwarak. Jalan menuju ke Curug Silintang masih berupa jalan yang melintasi perkebunan warga. Meski hanya berupa jalan yang menanjak, perjalanan jalan kaki sekitar 15 menit menuju lokasi curug tidak akan terasa. Beberapa jembatan kayu, pijakan batu buatan, dan anak tangga yang Anda lalui akan membuat perjalanan terasa menyenangkan. Mungkin Anda akan sedikit lelah tetapi semua itu akan terbayar dengan sejuknya air sungai. Anda pun bisa berendam di sana. Suara gemericik air dan kicauan burung akan menemani sampai air Curug Silintang.

Curug Silintang adalah  kreasi alam yang unik dan spektakuler dimana terbentuk secara alami selama ribuan tahun. Menyejukan mata Anda saat memandang air meluncur deras pada bebatuan besar yang bersusun dengan ketinggian sekitar 40 meter. Sebagian masyarakat kerap percaya legenda bahwa bidadari sering turun dari langit untuk mandi di tempat ini.Ini dikaitkan dengan pelangi yang sering muncul dan mengarah kesekitar curug silintang. Keunikan yang lain dari  Curug silintang adalah bentuknya yang mempunyai dua tingkatan dan masing-masing tingkatannya bisa dipergunakan pengunjung untuk mandi. Yang tak kalah menariknya adalah perjalanan yang akan menuju curug silintang terdapat bukit yang menyerupai piramida. Sungguh pemandangan yang menakjubkan .

  1. Curug Sumba

Curug Sumba yang letaknya berada di Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah. Curug Sumba merupakan air terjun yang memiliki pesona keindahan alam dengan nuansa pegunungan. Curug Sumba memiliki ketinggian sekitar belasan meter saja, nuansa hutan dengan pohon-pohon dan bebatuan yang mengelilinya menambah suasana alami tempat ini. Anda bisa bersantai, bermain air, berselfi ria atau bahkan sekedar melepas rasa penat di Curug Sumba saat rasa galau melanda, pesona alam sekitarnya akan sedikit mengurangi beban atau juga rasa bosan dengan aktivias sehari-hari. Saat musim kemarau, Curug Sumba memiliki kondisi air yang berwarna biru bening dan hanya terdapat satu aliran air terjun saja, sedangkan pada saat musim hujan tiba, maka debit air akan meningkat sehingga biasanya terdapat tiga aliran air terjun yang jatuh ke genangan yang sama. Tetapi anda harus  berhati hati jika ingin mandi dan berenang karena selama musim hujan, debit air menjadi naik dan cukup tinggi, sehingga di himbau untuk para pengunjung untuk tidak berjalan ke tengah. Karena dikhawatirkan debit air meningkat lebih tinggi lagi.

Warga sekitar lokasi Curug Sumba biasanya memanfaatkan air terjun mungil ini untuk mandi dan mencuci saat musim kemarau tiba, atau kadang hanya sekedar bersantai saja. Hingga saat ini di kawasan Curug Sumba masih belum dikomersilkan oleh warga atau pihak manapun, sehingga tidak ada harga tiket masuk di tempat wisata ini. Terkadang ada beberapa orang yang berjualan, sekedar untuk jajan, minuman, dan rokok. Selain itu, terkadang ada warga sekitar Curug Sumba yang menjaga motor, dengan cukup membayar Rp. 2000,-. Beberapa organisasi dan komunitas, khususnya organisasi pecinta alam dan komunitas Cliff Jumping memanfaatkan Curug Sumba sebagai sarana untuk mereka belajar olahraga extreme. Contohnya adalah rapelling, slackline, dan cliif jumping. Suasana alami yang masih terjaga di area Curug Sumba sangat memanjakan wisatawan. Untuk menuju lokasi Curug Sumba dari alun-alun Kota Purbalingga dapat ditempuh dengan lama perjalanan sekitar 30 menit.

  1. Goa Lawa

Goa Lawa, atau terkadang orang menyebutnya “Gua Lawa”, merupakan sebuah goa yang panjangnya mencapai 1,5 km dan luasnya mencapai 5 km persegi, bisa dibayangkan kan betapa besarnya Goa Lawa Purbalingga ini. Goa Lawa konon terbentuk dari pembekuan dan pendinginan lava yang kemudian mengeras. Goa Lawa sendiri diketahui tidak mengandung kapur serta tidak ada stalagtit dan stalagmit. Goa Lawa terletak di Desa Siwarak Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Kalau dari Kota Purbalingga, jaraknya sekitar 25 km ke arah utara, atau kurang lebih perjalanan selama 45 menit s.d. 1 jam. Goa Lawa sendiri berada di kaki Gunung Slamet sehingga udaranya pun masih sangat sejuk. Goa Lawa berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Sebelum mengunjungi Goa Lawa, anda juga bisa menikmati kebun strawberry yang letaknya tidak jauh dari Goa Lawa. Di Kebun Strawberry ini anda bisa memetik sendiri buah strawberry dan langsung dimakan di tempat atau di bawa pulang.

Adapun harga tiket masuk Gua Lawa Purbalingga sebagai berikut: Hari Biasa : Rp 6.000,- Hari Libur : Rp 7.500,- Parkir Biasa : Rp 1.000,- dan Parkir Libur : Rp 1.500. Di dalam gua lawa ternyata masih terdapat banyak gua gua lainya yang menjadi bagian dari gua lawa, ada beberapa nama nama dan sejarahnya dalam bagian gua lawa yang antara lain : Gua Batu Semar, Gua Waringin Seto, Gua Dada Lawa, Gua Batu keris, Gua Ratu ayu, Pancuran Slamet / Sendang Drajat, Goa Langgar, Balai Pertemuan Agung, Goa Angin, Gua Musium Batu, Gua Rahayu, Gua Cepet, Gua Pos, Gua Danau, Gua Lorong Penembahan dan Gua Naga.

  1. Puncak Sendaren

Puncak Sendaren mempunyai daya pikat pesona alam yang mengasyikan. Letaknya di Dusun Karang Gedang, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Di atas Puncak Sendaren, terdapat jembatan bambu yang memudahkan wisatawan bisa menikmati lanskap di sekitarnya. Jembatan dengan panjang 10 meter yang berada diatas bukit dengan ketinggian 682Mdpl ini tidak seperti jembatan pada umumnya. Jembatan ini sengaja dibuat untuk memanjakan wisatawan yang berkunjung ke puncak Sendaren. Dari atas jembatan, pengunjung bisa melihat Kecamatan Rembang, Kecamatan Karangmoncol serta daerah lainnya dari ketinggian.

 

Dari jembatan bambu di Puncak Sendaren, wisatawan terasa berdiri di atas awan dan menjangkau semua pemandangan. Apalagi jika kabut mulai turun dan bayang-bayang pemukiman warga di kejauhan berubah jadi siluet yang mengagumkan. Untuk menikmati jembatan awan di Puncak Sendaren biayanya tak begitu mahal. Setiap wisatawan membayar tiket masuk sebesar Rp5000 per orang dan biaya parkir Rp2000 untuk kendaraan beroda dua.

Pemandangan malam dengan bertabung bintang di Puncak Sendaren tak kalah menarik. Kalian bisa berkreasi dengan kamera dan lampu-lampu tambahan untuk menghasilkan foto-foto light painting yang ciamik. Apalagi jika sedang ada sinar rembulan purnama. Dijamin suasananya tambah syahdu banget. Puncak Sendaren cocok lah untuk kalian pendaki pemula. Ketinggiannya sekitar 682 mdpl. Tak ayal kini Puncak Sendaren selalu dijadikan spot favorit para pemburu sunrise juga sunset. Eksotisnya gak nahan deh pokoknya. Alamat Lokasi Puncak Sendaren ini berada di Desa Panusupan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

  1. Bukit Watu Geong
????????????????????????????????????

Bukit Watu Geong ini berada di sebelah selatan Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Puncak bukit ini berada di ketinggian 580 mdpl. Saat cuaca cerah, dari puncak bukit ini kamu bisa melihat wilayah rembang dan sekitarnya, bahkan waduk Jendral Soedirman yang berada di Kecamatan Mrican, Banjarnegara pun bisa terlihat. Di sepanjang perjalanan menuju puncak, kamu akan ditemani semilir angin dan hamparan bunga pacar air yang tumbuh di sana-sini. Selain itu, beberapa mata air di pinggir jalan juga akan menambah keasriannya. Yap, buat kamu yang suka berpetualang, dijamin deh, kamu nggak akan nyesel kalau ngebolang ke tempat ini. Untuk biaya masuknya sendiri, cukup dibandrol dengan harga Rp. 5000,00 saja. disarankan Kalau kamu ingin berpetualang menikmati indahnya sunset dari sini, kami sarankan agar kamu datang pada awal musim kemarau. Soalnya, kalau pas musim hujan kabutnya lumayan tebal.

“Watu Geong merupakan tempat bersemayamnya senjata dari para Pandawa, sehingga puluhan tahun yang lalu diyakini sebagai tempat untuk mencari wangsit ataupun senjata pusaka”. Selain cerita tersebut,Juweni menambahkan “Watu Geong merupakan tempat bertapa tokoh pewayangan, yakni Pandawa dan Punakawan. Sehingga masyarakat Dusun Sirebut dan sekitarnya tidak berani mengadakan pagelaran wayang kulit”. Konon kalau ada yang berani menggelar pagelaran wayang kulit, akan menimbulkan bencana. Salah satunya adalah runtuhnya Watu Geong.

Top

5 Destinasi Wisata Alam Menarik dan Indah di Purworejo

Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten di jawa Tengah yang letaknya berada di jalur selatan Pulau Jawa. Kabupaten Purworejo berbatasan dengan kabupaten Wonosobo dan Kabupaten magelang di sebelah utara, kemudian berbatasan dengan Provinsi Yogyakarta di sebelah timur, Pantai Selatan di sebelah selatan dan juga Kabupaten Kebumen di sebelah barat. Apabila anda sering menempuh perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta pasti sangat familiar dengan Kabupaten ini. Kabupaten Purworejo lokasinya berada diantara Kabupaten Kebumen dan Kulon Progo. Purworejo menghadirkan berbagai macam wisata seperti wisata alam, wisata pantai, dan wisata sejarah. Pesona wisata alam Purwokerto sangat potensial, banyak spot-spot tempat wisata di Purworejo yang menghadirkan perpaduan keindahan alamnya. Berikut adalah beberapa tempat wisata di Purworejo yang wajib anda kunjungi.

  1. Pantai Jatimalang

Pantai Jatimalang Indah terletak di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo termasuk jajaran Pantai Selatan kurang lebih 17 km dari kota Purworejo dan kurang lebih 60 KM dari kota Yogyakarta, Sebelah Timur berbatasan dengan Pantai di kawasan Yogyakarta, sebelah barat berbatasan dengan pantai-pantai kecil di daerah Purworejo. Pantai ini merupakan tempat wisata yang harus anda kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya. Wisata Pantai Jatimalang menyimpan kelebihan dan keelokan tersendiri yang berbeda dibandingkan dengan pantai yang lainnya. Pemandangan indah disaat sunset juga menjadi sesuatu yang nggak boleh dilewatkan begitu saja oleh para anda.

Di pantai ini anda bisa melakukan berbagai kegiatan wisata. Jika tidak ingin bermain air pantai atau takut dengan ombak yang besar jangan khawatir dulu, tidak jauh dari bibir pantai, berjejer kolam renang air tawar. Kolam ini termasuk unik karena terbuat dari terpal -terpal berwarna-warni dan juga berada di pinggir pantai sehingga sambil berenang bisa melihat pantai.  Tidak jauh dari Pantai Jatimalang juga ada TPI (Tempat Pelelangan Ikan), ikan-ikan tersebut berasal dari nelayan yang juga ada di Pantai Jatimalang. Jika para anda ingin menikmati keindahan pantai  namun malas jalan kaki, maka para anda bisa menyewa ATV yang disewakan oleh masyarakat sekitar. Dengan tarif  Rp 20.000/15menit para anda dapat berkeliling pantai tanpa rasa capek. Biaya masuknya juga murah nih, hanya dengan biaya retribusi Rp. 3000/orang para anda bisa masuk dan bermain sepuasnya di pantai ini.

  1. Curug Tawing

Berada di kawasan perbukitan, curug yang berada di Desa Tlogoguwo, Kaligesing. Curug Tawing, ”Curug” yang berarti air terjun, sedangkan ”Tawing” merupakan istilah yang berarti Tebing. Sehingga Curug Tawing sendiri dapat dikatakan air terjun yang mengalir melewati tebing. Memiliki ketinggian sekitar 100 meter serta air yang mengalir dengan jernih membuat air terjun ini cukup menarik untuk dikunjungi. Bersih tanpa sampah non organik menjadikan curug ini masih sangat alami. Curug ini menawarkan sensasi dan kesegaran air yang mengalir langsung dari sumber mata air dalam Gua Anjani. Aliran deras air yang mengalir tiada henti membuat para pelancong dapat menikmati guyuran airnya setiap saat.

Wisata Curug Tawing di Tlogoguwo Purworejo Jawa Tengah berada di perbukitan yang cukup terjaga kelestariannya di samping memiliki alam yang masih hijau juga terdapat Hutan Pinus milik Perhutani membuat desa Tlogoguwo mempunyai sumber mata Air yang berlimpah. Terdapat mitos jika meminum langsung ataupun mandi air di “Curug Tawing” akan memberikan kesehatan,awet muda dan kesegaran .Hal tersebut tidak lain karena masih terjaganya kualitas air serta kualitas udara di lingkungan obyek wisata air terjun “Curug Tawing” serta sensasi kesegaran yang bisa kita rasakan di desa Wisata Tlogoguwo.

  1. Hutan Pinus Purworejo

Kota Purworejo juga terkenal akan Wisata Hutan Pinus di Bener Purworejo Jawa Tengah yang sangat menarik untuk dikunjungi. Wisata Hutan Pinus ini memiliki Keindahan alam Purworejo memang sangat potensial, hal ini dibuktikan dengan adanya wisata alam bernuansa hutan yang sangat dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah Purworejo. Tempat wisata di Purworejo ini juga merupakan perkemahan yang bisa juga digunakan untuk sarana outbond dan kegiatan adventure dengan keindahan hutan pinusnya. Di wisata alam hutan ini juga terdapat kebun binatang mini yang memiliki koleksi binatang yang terawat dan bersahabat bagi anak-anak. WIsata Alam Hutan Pinus atau biasa disebut Kusumo Asri ini terletak di Desa Mayungsari, Kecamatan Bener, Purworejo.

Wisata Hutan Pinus di Bener Purworejo Jawa Tengah memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat di sayangkan jika anda berada di kota Purworejo tidak mengunjungi Wisata Hutan Pinus di Bener Purworejo Jawa Tengah yang mempunyai keindahan yang tiada duanya tersebut.

  1. Puncak Geger Menjangan

Taman Geger Menjangan terletak di sisi utara kota sekitar 1 Km tepatnya di Kelurahan Trirejo, Kecamatan Loano, Purworejo. Konon asal usul nama tersebut karena hamparan bukit ini jika dilihat dari kejauhan tampak seperti punggung seekor menjangan. Nama Geger Menjangan kalau diartikan kata demi kata ke dalam bahasa Indonesia berarti Geger = Punggung, Menjangan = Menjangan/Kijang ( nama binatang). Kalau kedua kata digabungkan menjadi Punggung Menjangan. Wilayah ini memiliki luas sekitar 12,75 Ha, serta ketinggian sekitar 125 – 200 mdpl. Taman Geger Menjangan ini merupakan kawasan pegunungan dan termasuk barisan bukit menoreh. Dari puncak bukit ini kita bisa meandang lepas kota Purworejo, bahkan jauh ke selatan, pantai selatan. Jalan setapak yang mendaki menjadi keasyikan tersendiri asyik untuk jalan-jalan. Perjalanan dari pintu masuk obyek hingga puncak bukit memang cukup mengasyikkan. Para Anda akan ditantang untuk membuktikan kehandalan tenaga dengan mendaki bukit yang tingginya sekitar 175 m di atas permukaan laut.

Setelah sampai di puncak, wisatawan akan menemukan sebuah bangunan berukuran 6 x 10 meter, itulah gardu pemandangan yang sengaja dibangun untuk menikmati keindahan Kota Purworejo dan Pantai Selatan. Selain itu, kawasan Geger Menjangan masih menawarkan beberapa obyek rekreasi lainnya, yaitu taman permainan anak dan kolam renang. Kolam renang dan taman pemancingan terletak di pintu masuk kawasan. Untuk mencapai ke sana bisa naik angkutan jurusan Kalibata, jalan yang arah ke Magelang, dekat dengan pusat kota kabupaten. Di Geger Menjangan ini terdapat makam ulama besar Purworejo Kyai Imam Puro yang setiap menjelang bulan puasa dikunjungi puluhan ribu peziarah dari berbagai daerah di Jawa atau orang Purworejo sendiri menyebutnya nyadran. Konon dari ceritanya Kyai tersebut merupakan salah satu tokoh yang besar andilnya bagi keberadaan Kota Purworejo, sampai-sampai sejarahnya pernah ditawarkan menjadi tonggak hari jadi Kota Purworejo. Untuk harga tiket masuk ke Makam Kyai Imam Puro yaitu Rp. 1000/orang. Sedangkan untuk harga tiket masuk Geger Menjangan yaitu Rp.2000/orang.

  1. Goa Seplawan Purworejo

Goa seplawan terletak di pegunungan menoreh yang membentang dari kecamatan Bagelen Purworrejo hingga kabupaten Magelang. Dan goa seplawan masuk wilayah kabupaten Purworejo Jawa Tengah dan di sebelah timur berbatasan langsung dengan kabupaten Kulonprogo Yogyakarta. Lokasi Goa Seplawan Tepatnya berada di desa Donorejo kecamatan Kaligesing Purworejo Jawa Tengah. Memasuki kawasan wisata Goa Seplawan, hawa sejuk begitu terasa disini.  Lokasi goa seplawan berada tak jauh dari area parkir, pengunjung cukup berjalan beberapa meter saja. Sebelum memasuki goa seplawan, pengunjung akan disuguhi patung besar replika arca emas Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Dulu, Sekitar tahun 1979 bersamaan ditemukannya goa Seplawan kala itu ditemukan pula patung emas dan berdasarkan identifikasi ahli sejarah waktu itu merupakan patung Dewa Siwa dan Parwati. Saat ini patung tersebut disimpan di museum Nasional Jakarta dan sebagai tanda ditemukan benda bersejarah maka dibuat patung replika. Dengan ditemukannya patung tersebut menandakan bahwa goa seplawan mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Goa ini memiliki ketinggian 700 mdpl sehingga udaranya sangat sejuk. Panjang Goa Seplawan lebih kurang 700 m dengan cabang-cabang goa sekitar 150-300 m dan berdiameter 15 m.

Untuk Selusur goa Di dalam goa sudah tersedia lampu penerangan yang menerangi sepanjang jalur wisata goa seplawan.  Untuk menuju mulut goa harus melewati jalan paving yang melingkar dan menurun. Untuk menuju goa pengunjung harus menuruni tangga yang tersedia. Berada di mulut goa anda sudah merasakan keajaiban alam berupa stalaktit dan stalakmit yang beraneka ragam nan indah. Berjalan beberapa meter pengunjung akan mendapati sebuah kolam dengan airnya yang jernih. Perjalanan tidak berhenti disini, karena ini baru awal. Untuk melanjutkan selusur goa seplawan, pengunjung harus naik tangga kecil dan masuk lorong goa yang bisa dilalui  satu orang saja. Namun setelah melewati lorong tersebut, pengunjung akan melihat keindahan goa seplawan. Pengunjung akan terkagum-kagum karena ternyata goa seplawan memiliki diameter yang besar dan memanjang sepanjang lebih dari 700 meter. Goa seplawan ini memiliki jalur buntu, karena tidak ada tembusan ke titik tertentu. Jadi untuk keluar goa harus jalan balik dan keluar melalui pintu masuk. Goa ini memiliki cabang-cabang yang banyak, dan cabang-cabang tersebut tidak disediakan lampu penerangan karena beberapa jalur tersebut berupa goa vertikal dan ada juga yang berlumpur sehingga sering disebut istana lumpur. Untuk memasuki cabang goa tersebut harus membawa alat penerangan sendiri dan harus dengan pemandu.

Selain keindahan goa alam sendiri, pemandangan alam di kawasan juga sangat indah. Anda bisa melihat kota Jogja dari gardu pandang goa seplawan. Dari gardu Pandang bisa juga melihat waduk Sermo yang terletak di Kulonprogo. Bahkan jika naik kepuncak sisi kanan dari gardu Pandang, jika cuaca cerah  bisa menyaksikan 5 gunung sekaligus yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Slamet, gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Pengunjung bisa datang kapan saja di goa ini. Untuk jam buka goa seplawan sendiri mulai dari jam 08.00 pagi hingga pukul 17.00.  Goa seplawan biasanya ramai dikunjungi di hari sabtu atau minggu ataupun hari llibur atau musim liburan. Untuk tarif tiket masuk Goa Seplawan sangat murah yaitu sekitar Rp.3.000 rupiah dan tarif parkir Rp. 2000.

Top

5 Destinasi Wisata Menarik di Rembang

Kabupaten Rembang merupakan salah satu Kabupaten yang masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Rembang merupakan ujung utara timur dari Provinsi Jawa Tengah dan di bagian timurnya sudah berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jawa Timur. Selengkapnya, batas Kabupaten Rembang adalah sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Pati, Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Blora dan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tuban Jawa Timur. Beberapa tempat wisata di Rembang yang begitu banyak macamnya telah saya rangkum menjadi 5 tempat wisata yang saya rasa paling menarik untuk dikunjungi, sebagai referensi dalam memilih tempat wisata jika anda sedang berlibur ke kota Rembang.

  1. Pulau Gede

Pulau Gede adalah sebuah pulau kecil di perairan Laut Jawa  di utara Kabupaten Rembang. Pulau Gede hanya berjarak tidak lebih dari 5 km dari bibir pantai di kota Rembang. Pulau gede adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah utara desa wates kecamatan kaliori kabubaten rembang, jawa tengah. Jarak pulau dari garis pantai desa wates kurang lebih 4-5km dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30-40menit perjalanan menggunakan kapal nelayan. Untuk sewa perahu nelayan pengunjung akan dikenakan tarif Rp 450.000,- sekaligus untuk akomodasi camping. Tapi jika pengunjung hanya ingin menyebrang tanpa camping tarifnya hanya Rp 250.000,-.

Keindahan alam Pulau Gede memang memukau. Hutan bakau dan bermacam-macam tanaman keras tumbuh liar dan asri di tengah indahnya lautan. Udara bersih dari polusi. Rumah dan gedung, tumpukan sampah, atau semua pemandangan tak sedap seperti di kota, tak ada di pulau itu. Daratan di tengah lautan yang luasnya sekitar sembilan hektare itu tidak berpenghuni, kecuali serangga dan burung. Ada beberapa jenis vegetasi di sini, di dominasi pepohonan dengan ketinggian antara 4-7meter. Ada juga beberapa pohon yang menjulang tinggi sampai ukuran puluhan meter namun jumlahnya tidak banyak. Jika cuaca sedang cerah, dari pulau ini tampak jelas Gunung Muria di sebelah barat dan Gunung Lasem di arah timur. Pulau ini banyak dikunjungi oleh orang yang ingin memancing, berkemah ataupun sekedar mencari uadara segar.

Selain itu pengunjung juga bisa melakukan kegiatan menyelam untuk sekadar menikmati indahnya pemandangan bawah laut pulau gede. Karena sekitar 6 meter dari bibir pantai dengan kedalaman sekitar 1  meter kita sudah akan dimanjakan oleh  beberapa gugusan terumbu karang yang juga dihuni oleh beberapa spesies ikan. Selain itu hal ini juga didukung dengan kondisi air yang cukup jernih bahkan sangat jernih sehingga pengunjung masih bisa menikmati sedikit keindahan pemandangan di bawah air.

  1. Hutan Mangrove Pasar Banggi

Kawasan ini terletak di Kali Untu, Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Keberadaan Hutan Mangrove di Kawasan Pesisir Pantai Desa Pasar Banggi Kabupaten Rembang memiliki multi fungsi. Selain menahan abrasi juga berfungsi sebagai tempat berkembang biak ikan dan tempat wisata. Untuk menuju ke wisata hutan mangrove ini sangat mudah, dari Kota Rembang menuju ke timur arah ke Lasem. Sebelum memasuki Kecamatan Lasem, di kiri jalan dari arah terdapat papan petunjuk arah bertuliskan Hutan Wisata Mangrove. Setelah sampai di tempat, mereka nantinya akan disuguhi pemandangan yang menarik dan sejuk. Hutan mangrove nan asri tersebut luasnya sekitar 22 hektar dengan panjang 2.900 meter. Selain menikmati pemandangan, di sini, pengunjung juga bisa mengenal beragam jenis mangrove.Di hutan ini, setidaknya terdapat enam jenis pohon mengrove yaitu; Rhizophora Spp, Rhizophora apiculata, Avicenia marina, Avicenia alba, Soneratia alba dan Xilocarpus Spp.

Biaya untuk masuk ke Hutan Mangrove cukup murah, cukup merogoh kocek Rp. 2.000,- untuk parkir kendaraan Roda 2 dan Rp.5.000,- untuk parkir kendaraan roda 4. Biaya tersebut sudah termasuk tiket untuk menyusuri serta menikmati rimbunnya Hutan Mangrove.

  1. Watu Congol Lasem

Watu Congol terletak di Desa Selopuro, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Sebuah daerah perbukitan dimana di ujung bukit yang menghadap jurang terdapat batu yang keluar. Ajaibnya batu ini tidak jatuh ke bawah meski sudah banyak traveler yang duduk di atasnya untuk foto-foto. Menurut warga sekitar, batu ini merupakan jelmaan dari kepala ular yang terpisah dari badan dan ekornya. Tempat ini ramai dikunjungi muda-mudi setiap akhir pekan di pagi hari sebab pemandangan dari batu ini indah. Untuk sampai di lokasi Watu Congol hanya bisa di lalui menggunakan motor atau berjalan kaki dikarenakan jalan yang sempit dan terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Bagi anda pengemudi mobil, maka mobil harus di parkir dulu di bawah. Kemudian jalan kaki sejauh sekitar 600 meter. Karena akses jalannya yang sempit tidak memungkinkan untuk di lalui mobil.

Mitos yang berkembang di masyarakat setempat, batu ini merupakan jelmaan kepala ular yang terlepas dari badan dan ekornya. Terlepas dari itu, Watu Congol tetap menawarkan pesona tersendiri. Waktu yang pas buat datang kesini adalah pagi atau sore hari, karena kamu akan dapat pemandangan sunrise dan sunset yang luar biasa indah.

  1. Air Terjun Pasucen

Curug Pasucen atau biasa di sebut air terjun Pasucen merupakan salah satu wisata alam yang sedang ramai di perbincangkan oleh anak-anak muda di medsos. Curug yang terletak di desa Pasucen kecamatan Gunem Kabupaten Rembang ini,  memiliki ketinggian berkisar kurang lebih 25 meter. Airnya bersumber dari sungai kecil di atasnya, yang akan berkurang debit airnya jika musim kemarau. Maka jika anda berminat untuk mengunjunginya, berkunjunglah saat musim hujan seperti sekarang ini. Airnya tidak begitu jernih, namun agak kehijau-hijauan. Mungkin karena banyaknya lumut yang ada di bebatuan.

Untuk menuju kesana, akses yang paling mudah adalah lewat Sulang. Kemudian mengambil arah Gunem lalu menuju desa Tegal Dowo atau arah pabrik semen. Setelah itu anda baru sampai di desa Pasucen, kemudian anda tinggal mengikuti rambu-rambu yang akan memudahkan anda untuk mencapai lokasi. Jika anda dari arah lasem juga bisa. Tinggal menuju arah pamotan, lalu gunem dan lewat desa Tegal Dowo juga. Sebenarnya ada jalur lain yang lebih dekat yaitu melaui Bulu Mantingan. Namun jalur ini tidak di rekomendasikan karena kondisi jalan yang kurang nyaman untuk di lalui. Untuk tiba di lokasi, anda massih harus jalan kaki sekitar 150 meter dari tempat parkir. Barulah anda tiba di lokasi. Disana anda akan di sambut suara gemericik air beserta nuansa sejuk khas pegunungan. Pemandangan ini terbilang langka dan cukup menarik di Rembang, mengingat Rembang yang notabene-nya adalah pesisir.

  1. Goa Kare

Goa Kare terletak di atas perbukitan sebelah timur  Desa Pamotan  Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Sebenarnya ada dua Goa yaitu di sebelah barat dan timur. Ukuran Goa lumayan panjang dan di dalamnya banyak di temukan kelelawar juga hewan endemik lainnya seperti kalacemeti dan serangga unik. Namun Goa yang di sebelah timur yang lebih luas. Menurut cerita dari masyarakat setempat, dulu sempat ada penambangan di Goa Kare. Namun karena Goa Kare masih ikut wilayah Perhutani, penambangan batu fostat akhirnya di hentikan. Hal ini di lakukan untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan juga keselamatan penduduk sekitar.

Untuk sampai ke Goa Kare, bisa di tempuh dari Koramil Pamotan, menuju arah timur. Bagi pengguna sepeda motor, walaupun sepeda motor bisa naik, tetapi tetap tidak sampai ke lokasi Goa. Sepeda motor harus di parker dulu, setelah itu berjalan kaki sekitar 300 meter barulah sampai ke lokasi Goa. Buat anda yang takut akan ketinggian sebaiknya berhati-hati, karena sebelum mencapai mulut Goa perjalanan akan melewati medan yang cukup curam dengan ketinggian sekitar 40 derajat. Namun jangan khawatir, perjalanan yang melelahkan akan segera terbayar dengan pemandangann yang di suguhkan. Anda akan menjumpai sungai purba dengan batuan yang tersusun rapi dengan semilir angin yang akan menyejuk kan dan menghilangkan keringat serta lelah anda.

Saat anda memasuki Goa, udara semakin sejuk karena di beberapa sisi terlihat tetesan air dari atap Goa. Seperti Goa karst pada umumnya, di Goa Kare juga terdapat stalaktit dan stalakmit yang menjadi ornament di dalam Goa.

Top

5 Destinasi Wisata Bagus di Sragen

Kabupaten Sragen merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Sragen terletak di 30 km ke arah timur Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Grobogan di Utara, Kabupaten Ngawi Jawa Timur di sebelah timur, Kabupaten Karanganyar di sebelah selatan dan Kabupaten Boyolali di sebelah barat. Kabupaten Sragen memiliki julukan Bumi Sukowati, karena nama Sukowati digunakan pada masa pemerintahan Kerajaan Surakarta.

  1. Ganesha Technopark

Ganesha Technopark terletak di Jl. dr. Sutomo no. 5 Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Ganesha Technopark merupakan sebuah proyek pemerintah yang bertujuan untuk memudahkan akses ke lembaga-lembaga penelitian, guru besar(professor) dan siswa yang telah lulus untuk membentuk proyek R&D maupun proyek lain yang berbasis profit sharing. Selain konsep technopark, ditempat ini juga ada BLK yang bertujuan untuk menetapkan dan mengimplementasikan R&D, pelatihan, mengembangkan, kemandirian maupun kerjasama untuk meningkatkan keahlian, tenaga kerja, produk, dan pelayanan yang mempunyai nilai jual dan nilai tambah bagi pemerintah dan masyarakat Sragen.

Merupakan tempat wisata yang harus anda kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya. Penduduk lokal daerah Wisata Ganesha Technopark di Sine Sragen Jawa Tengah juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kota Sragen juga terkenal akan Wisata Ganesha Technopark di Sine Sragen Jawa Tengah yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Wisata Ganesha Technopark di Sine Sragen Jawa Tengah yang dinamakan Technopark Ganesha Sukowati Sragen, adalah kawasan khusus milik pemerintah Kabupaten Sragen yang dibangun sebagai pusat pelatihan dan persiapan tenaga kerja terlatih, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja, serta lembaga intermediasi finansial. Disamping itu Sragen Technopark dimaksudkan sebagai pusat litbang, desain, dan perdagangan Sragen; pusat wisata eco techno Sragen, serta gerbang investasi di Kabupaten Sragen. Sragen Technopark diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 30 Juni 2009 Ganesha Technopark. Ganesha Technopark merupakan sebuah proyek pemerintah yang bertujuan untuk memudahkan akses ke lembaga-lembaga penelitian, guru besar(professor) dan siswa yang telah lulus untuk membentuk proyek R&D maupun proyek lain yang berbasis profit sharing.

  1. Museum Prasejarah Sangiran

Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Sangiran merupakan contoh gambaran kehidupan manusia masa lampau karena situs ini merupakan situs fosil manusia purba paling lengkap di Jawa. Luasnya mencapai 56 km2 yang meliputi tiga kecamatan di Kabupaten Sragen, yaitu Kecamatan Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh, serta satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar, yaitu Kecamatan Gondangrejo. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu.  Di museum ini anda dapat melihat semua koleksi fosil yang ditemukan di Kawasan Cagar Budaya Sangiran. Ada sekitar kurang lebih 13.806 buah benda pamer yang tersimpan dalam dua tempat yaitu 2.931 tersimpan di ruang display dan 10.875 tersimpan di dalam gudang penyimpanan.

Penelitian tentang manusia purba dan binatang purba diawali oleh G.H.R.Von Koenigswald, seorang ahli paleoantropologi dari Jerman yang bekerja pada pemerintah Belanda di Bandung pada tahun 1930-an. Dialah orang yang telah berjasa melatih masyarakat Sangiran untuk mengenali fosil dan cara yang benar untuk memperlakukan fosil yang ditemukan. Hasil penelitian kemudian dikumpulkan di rumah Kepala Desa Krikilan, Bapak Totomarsono, sampai tahun 1975. Pada waktu itu banyak wisatawan yang datang berkunjung ke tempat tersebut, maka muncullah ide untuk membangun sebuah museum. Pada awalnya Museum Sangiran dibangun di atas tanah seluas 1.000 m2 yang terletak di samping Balai Desa Krikilan.

Sebuah museum yang layak baru dibangun pada 1980 mengingat semakin banyaknya fosil yang ditemukan dan sekaligus untuk melayani kebutuhan para wisatawan akan tempat wisata yang nyaman. Bangunan tersebut seluas 16.675 m2 dengan ruangan museum seluas 750 m2. Sejak tahun 1977 situs Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Tahun 1996 Sangiran terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai World Heritage (No. 593, dokumen WHC-96/Conf.201/21). Sejak ditetapkannya sebagai World Heritage oleh UNESCO, Sangiran memberi sumbangannya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di dunia khususnya ilmu arkeologi, geologi, paleoanthropologi, dan biologi. Dilihat dari hasil temuannya, Situs Sangiran merupakan situs purbakala yang paling lengkap di Asia bahkan di dunia. Wisatawan domestik Rp 5.000/orang dan Wisatawan asing Rp 11.500/orang. Museum ini sendiri buka pada setiap hari Selasa-Minggu dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore.

  1. Waduk Kedung Ombo

Obyek wisata waduk Kedung Ombo ini terletak di Desa Kedung Ombo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, kawasan Waduk Kedung Ombo mempunyai area seluas 6.576 Ha yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Ha dan lahan daratan 3.746 Ha. Waduk yang mulai didirikan tahun 1980 dan selesai pada tahun 1991 ini merupakan salah satu bendungan terbesar yang ada  di Indonesia. Waduk Kedung Ombo merupakan sebuah bedungan raksasa yang terdapat di Jawa Tengah. Waduk ini memiliki luas 6.576 hektar dan menempati 3 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali. Keberadaan Waduk Kedung Omb ini sangat bermanfaat terutama sebagai sarana irigasi bagi persawahan yang berada di Kabupaten Grobogan dan sekitarnya. Selain sebagai sarana irigasi, Waduk Kedung Ombo juga dikembangkan sebagai tempat wisata yang sangat potensial. Salah satu spot di Tempat Wisata Waduk Kedung Ombo yang banyak didatangi wisatawan adalah yang ada di Desa Kedung Ombo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.

Anda dapat melihat secara langsung bendungan raksasa yang menjadi kebanggaan warga Jawa Tengah ini. Di sekitar waduk dapat anda lihat bagaimana bendungan ini dibuat. Di sekitra bendungan sendiri juga terlihat rapih. Di sekitar Waduk Kedung Ombo banyak ditumbuhi hutan yang rimbun yang dikelola oleh Perhutani. Waduk Kedung Ombo sudah dikembangkan sedemikian rupa sehingga mebuat nyaman para pengunjung. Ada beberapa pemancingan yang siap melayani pengunjung dengan menyajikan berbagai masakan ikan air tawar. Jika ingin melihat lebih jauh ke dalam waduk anda juga dapat menyewa perahu motor yang dapat mengantarkan ana mengelilingi area Waduk Kedung Ombo. Di sepanjang Waduk Kedung Ombo juga banyak dutemui pehobi memancing yang mencoba meruntungannya memancing ikan air tawar, khususnya pada musim liburan.

  1. Waduk Gebyar

Waduk Gebyar yang terletak di Desa Jambean, Kecamatan Sambirejo. Waduk Gebyar alias Segebyar atau kerap disebut sebagai Waduk Brayut berlatar belakang kegagahan Gunung Lawu. Berada di tengah-tengah bukit membuat waduk ini cocok dijadikan lokasi berburu gambar para pencinta fotografi. Saat cuaca cerah, birunya Gunung Lawu yang terletak di tenggara waduk bakal memantul jelas di permukaan air. Siapapun yang berkunjung ke tempat ini serasa diajak untuk rileks sejenak menikmati ketenangan yang ditawarkan. Kesejukan suasana makin terasa tatkala duduk di pinggir sembari menengok para pemburu ikan di tepi waduk. Pada musim penghujan, volume air waduk begitu melimpah. Tampungan air tersebut nantinya digunakan untuk mengaliri sawah milik petani desa setempat. Menurut informasi, Waduk Gebyar dapat menampung air hingga 701.295 meter kubik.

Banyak aktivitas yang kita bisa lakukan disini mulai dari jogging, bersepeda, hunting foto, atau tadabur alam ciptaan Tuhan.  Pesona nya memikat dijiwa seakan tak mau beranjak meninggalkannya, tertegun kagum akan ciptaan yang kuasa. kalau pagi kita kesana, mentari meninggi baru berasa. Kalau sore berkunjungnya, tenggelam mentari keperaduan mengingatkan waktunya kita untuk pulang. Pemandangan Waduk Gebyar akan tampak lebih indah dipandang dari atas bukit yang ada di sebelah timur laut waduk. Dari atas bukit ini bisa kita nikmati keindahan lansekap, ladang jagung, sungai, tebing kapur, gunung Lawu juga tampak jelas dari atas bukit ini.

  1. Kedung Grujug Miri

Kedung ini terletak di dusun Kedung Grujug, desa Doyong, Kecamatan Miri. Sebuah curug yang indah dan penuh warna. Tak Cuma keindahan airnya yang tumpah dari sebuah aliran sungai, tapi bebatuan yang ada disekelilingnya sangatlah menakjubkan setiap orang yang sempat melihatnya. Curug Kedung Grujug mirip dengan air terjun Niagara, yang ada di benua Amerika. Lokasi air terjun sekitar 25 kilometer dari Kota Solo dansekitar 35 kilometer jika ditempuh dari Sragen. Dari dari Kantor Kecamatan Miri hanya berjarak kurang lebih sekitar satu kilometer. Akses untuk masuk ke lokasi cukup mudah, jalannya sudah bagus dan bias dilewati oleh berbagai kendaraan.

Para pengunjung akan disuguhi keindahan alam air terjun. Di bagian kanan dan kiri air terjun terdapat struktur batu karang yang membentang beberapa meter. Bentangan batu karang semakin terlihat indah karena pola artistik yang terbuat secara alami oleh aliran air selama ratusan atau bahkan ribuan tahun itu. Air yang mengalir juga cukup deras dan menambah keindahan tersendiri. Air yang mengalir tersebut kemudian akan masuk ke Waduk Kedungombo, lokasi waduk memang tidak terlalu jauh dari air terjun.

Top

5 Destinasi Wisata Terkenal di Sukoharjo

Sukoharjo adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan slogan “Sukoharjo Makmur”. Kabupaten Sukoharjo berbatasan langsung dengan Kota Surakarta di Utara, Kabupaten Karanganyar di Timur, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Gunung Kidul di Selatan, sedangkan di Barat berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali. Kabupaten Sukoharjo terkenal dengan hasil pertanian, kerajinan, dan produksi jamunya. Walaupun masih kalah populer dengan wisata di Solo, tapi ada beberapa tempat wisata di Sukoharjo yang patut untuk dijadikan sebagai referensi untuk menghabiskan waktu liburan. Berikut adalah 5 tempat wisata di Kabupaten Sukoharjo yang menarik untuk dikunjungi.

  1. Bukit Sepikul

Bukit Sepikul memang memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan Gunung Api Purba Nglanggeran yang berada di jogja, selain itu Bukit Sepikul memiliki beberapa nama lain, juga dikenal dengan nama Situs Danyangan dan Komplek Batu Seribu. Terletak di Desa Gentan, Kelurahan Tiyaran, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Warga menjulukinya Gunung Sepikul karena bentuknya seperti barang yang siap dipikul. Bisa diakses dari Jl.Solo-Wonogiri, Setibanya di pintu masuk Kota Wonogiri, atau di Patung Kereta Nyi Roro Kidul, berbelok ke arah kanan sejauh 5 km. Setelah menemui gerbang Objek Wisata Batu Seribu, berbelok ke arah kiri sampai mendapati papan petunjuk arah menuju Bukit Sepikul.

Menurut cerita pada zaman dahulu Bukit Sepikul merupakan bebatuan yang digunakan Bandung Bondowoso untuk membangun 1000 Candi atas perminatan Roro Jonggrang, namun karena tipu daya Roro Jonggrang, bebatuan tersebut ditinggal begitu saja oleh Bandung Bondowoso yang kini bebatuan tersebut dikenal dengan nama Bukit Sepikul.

Ketika senja datang, disitulah keindahan alam Bukit Sepikul mulai terlihat, selain itu terdapat beberapa spot keren yang harus kamu kunjungi di kawasan Bukit Sepikul, diantaranya Watu Jaran, Watu Kandang, Watu Tinggik, Watu Pawon, dan Watu Tumpuk, nah dari beberapa spot tersebut, Watu Tumpuk adalah spot favorit wisatawan. Untuk bisa sampai ke puncak kita harus mendaki bukit tersebut yang memiliki kemiringan diantara 40 – 60 derajat, jadi persiapkan fisikmu dulu ya guys, sesampainya di puncak kita bisa melihat pemandangan alam Sukoharjo, mulai dari sawah, hutan hingga gunung Merbabu yang nampak samar-samar.

  1. Curug Krajan

Curug Krajan terletak di pegunungan Bronggang, Krajan, Weru, Sukoharjo berada sekitar 30 km dari kawasan kota Sukoharjo. Rerumputan membentang, pepohonan asri berdiri menantang langit, dan gemericik air sungai menciptakan harmoni panorama yang memanjakan mata. Semakin dalam langkah menjelajah semakin tampak kemegahan alam yang berbatasan dengan Gunung Kidul, DIY, itu. Terdapat dua air terjun setinggi kurang lebih enam meter itu, yakni sisi barat dan timur. Aliran airnya tak terpusat di satu bagian tetapi memanjang mengikuti bibir tebing.

Curug Krajan adalah air terjun yang berasal dari aliran sungai kecil di Desa Krajan Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo. Pun demikian air yang mengalir masih sangat jernih dan bersih lantaran lokasinya yang tersembunyi dan belum banyak dieksplorasi manusia. Untuk masuk ke curug kamu hanya perlu membayar sebesar Rp. 1000 untuk memarkirkan kendaraanmu. Nah dari area parkir kamu harus berjalan kaki sekitar 200 meter untuk sampai di curug.

  1. Alas Karet

Alas Karet merupakan sebuah perkebunan karet yang ada di daerah Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Nama tersebut berasal dari kata Alas yang berarti “hutan”. Warga sekitar sering menyingkatnya dengan istilah Alaska. Wilayah tersebut merupakan milik PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero). seperti namanya, wilayah tersebut dipenuhi oleh pohon-pohon karet yang menjulang tinggi. Ukuran pohon karet dewasa bisa mencapai 15-25 meter. Di dalam setiap ruang buah, dapat dijumpai biji karet. Jumlah biji biasanya ada 3-6 buah sesuai dengan jumlah ruang. Lahan perkebunan karet di Polokarto seluas 48,32 hektare dengan jumlah tanaman karet sebanyak 26.820 pohon.

Beberapa spot deretan pohon karet menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta fotografi. Suasana yang sejuk, asri, ditambah background menawan batang pohon karet menjadi lokasi paling diburu para fotografer. Tak jarang, area ini digunakan sebagai area fotografi album perpisahan hingga prewedding. Suasana yang damai dan alami juga sering dimanfaatkan wisatawan sebagai area piknik keluarga maupun shooting. Anda akan menemukan pekerja-pekerja yang menyadap karet sekitar pukul 04.00-05.00 WIB. Penyadapan karet pada pagi hari terbukti menghasilkan karet dengan kualitas baik. Getah karet yang disebut lateks tersebut diolah menjadi produk barang jadi seperti balon, permen karet, sarung tangan, dan lain-lain. Walaupun wilayahnya luas, di dekat perbatasan antara hutan dan permukiman penduduk banyak dijumpai warung dan fasilitas-fasilitas layaknya di tempat wisata lainnya.

  1. Gunung Taruwongso

Taruwongso adalah kawasan pegunungan batu yang terdapat di Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari. Pada puncak gunung, terdapat gardu pandang dan tumpukan bebatuan. Pengunjung pun dapat melihat pemandangan sawah dan perumahan yang terhampar luas di tempat tersebut. Untuk menuju puncak, pengunjung harus menaiki puluhan anak tangga terlebih dahulu. Berada di puncak ketinggian, pengunjung bisa melihat pemandangan yang ada di bawah maupun yang berada di kejauhan. Selain dapat melihat pemandangan alam, biasanya ada panggung hiburan juga disana, hiburan orkes dangdut biasa disajikan untuk menghibur pengunjung.

Selain itu, di gunung ini juga terdapat makam (Makam ini digunakan untuk memakamkan orang-orang ‘penting’ seperti pejabat-pejabat daerah, dan kaum ‘bangsawan’ di desa tersebut.), sendang /sumur (Air sendang tersebut digunakan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan mereka, terutama untuk minum. Selain warga sekitar, para wisatawan juga sering mampir ke sendang itu untuk merasakan air di sendang tersebut. Karena banyak yang mengatakan bahwa air di sendang tersebut memiliki rasa yang berbeda dengan air pada umumnya, yaitu manis.) dan panggung hiburan (Panggung hiburan ini biasanya ramai ketika lebaran tiba. Pasalnya setiap lebaran, warga sekitar selalu menggelar konser untuk rakyat dengan mengundang artis-artis lokal. Selain itu, selama 3 hari gunung tersebut dipenuhi oleh penjual-penjual mainan, pakaian, makanan dan ada pula yang menyewakan permainan anak-anak.). Harga tiket masuk ke wisata alam itu Rp2.000/orang di hari biasa. Sedangkan saat ada pertunjukan dangdut tiket masuk akan naik menjadi Rp4.000/orang.

  1. Geopark Batu Seribu

Obyek wisata Batu Seribu merupakan kawasan wisata alam pegunungan yang masih alami yang terletak di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Menurut sejarah terciptanya, Obyek Wisata  Batu Seribu  berawal dari sumber  air  yang  berada  di  Pegunungan  Batu Seribu  yang  tidak  pernah  kering meskipun  pada  musim  kemarau,  kemudian  banyak  orang berdatangan  ke  lokasi tersebut   untuk  berekreasi  dan  sumber  air  itu  di  kenal  dengan  nama Sumber Pacinan. Sumber Pacinan memiliki potensi alam yang berlimpah, seperti kondisi pegunungan yang berbatu-batu dan berbukit-bukit yang di kembangkan oleh pemerintah daerah sukoharjo menjadi hutan buatan yaitu hutan  jati sehingga  menghasilkan  pemandangan  yang  indah  dan  berpotensi  untuk dikembangkan  menjadi obyek  wisata oleh pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Batu seribu direncanakan akan dikembangkan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1982 dan baru pada tahun 1993 Obyek Wisata Batu Seribu  dapat di  operasionalkan. Dengan memanfaatkan keindahan alam, menjelmalah kawasan itu sebagai objek wisata keluarga dengan segala fasilitasnya seperti kolam renang, pemandian sendang (mata air), outbond, dan panggung kesenian.

Objek wisata Batu Seribu ini merupakan suatu kawasan wisata di mana ada perpaduan antara unsur gunung, lembah, sendang, pemandian dan hutan wisata yang menakjubkan. Sesampainya di lokasi tujuan, tepat di pintu masuk, Anda akan menemukan sebuah sendang yang banyak dihuni oleh ikan lele berwarna putih. Konon lele putih tersebut dikeramatkan oleh masyarakat sekitarnya, karena diyakini merupakan perwujudan dari Kyai Truno. Selepas dari sendang tersebut, tepat di atasnya terdapat kolam pemandian alam yang disediakan khusus untuk umum. Sumber air kolam ini berasal dari air yang mengalir dari perbukitan yang jernih dan sejuk. Menurut mitosnya, mandi di kolam ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Di samping obyek-obyek wisata tadi, di kawasan ini terdapat juga bumi perkemahan di atas bukit yang cukup representatif. Begitu pula ada hutan wisata berupa tumbuhan akasia yang dapat memberikan kesejukan bagi para wisatawan. Untuk harga tiket masuknya adalah Rp 3000, sedangkan jam operasional bukanya 07.00 – 17.00 WIB.

Top

5 Destinasi Wisata Alam Bagus di Temanggung

Temanggung banyak dikenal masyarakat luas sebagai kabupaten penghasil tembakau nomor satu di Indonesia. Tembakau dari Temanggung dikenal bercita rasa tinggi. Salah satu jenis tembakau yang banyak dicari adalah “tembakau srinthil”. Tembakau ini banyak dipakai oleh beberapa perusahaan rokok terkenal di Indonesia. Kabupaten Temanggung merupakan kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki kondisi geografis yang sangat unik. Kabupaten Temanggung terletak diantara dua Gunung yaitu gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Kondisi ini menyebabkan Kabupaten Temanggung menyimpan keindahan alam yang sangat memukau. Lokasi Kabupaten Temanggung sendiri berada di sebelah selatan Kabupaten Kendal, sebelah Utara Kabupaten Magelang, Sebelah Barat Kabupaten Semarang serta sebelah timur Kabupaten Wonosobo. Wonosobo memiliki destinasi wisata yang bagus, berikut ini destinasi wisata yang adapat anda kunjungi ketika berkunjung ke kabupaten ini.

  1. Curug Lawe

Terletak di Dusun Muncar Lor, Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Propinsi Jawa Tengah. Peta dan Koordinat GPS:  7°9’22″S   110°9’25″E  7° 9′ 15.61″ S  110° 9′ 25.10″ E. Barjarak 26 kilo arah utara Kota Temanggung atau 1 jam perjalanan lewat jalur Parakan-Ngadorejo. Kondisi jalan menuju kesana sudah beraspal hingga desa.  Untuk menuju curug ini, kendaraan harus diparkir dan dititipkan di halaman rumah penduduk karena belum ada tempat parkir, selanjutnya berjalan menyusuri jalan setapak menuju lokasi.

Curug Lawe adalah salah satu destinasi yang wajib Anda datangi saat berkunjung ke Temanggung. Curug Lawe masuk dalam salah satu tujuan wisata yang paling menakjubkan di Temanggung. Curug ini memiliki ketinggian kurang lebih 10 meter ini. Sebutan Curug Lawe berasal dari pemaknaan kata “Lawe” yang berasal dari bahasa Jawa yang diartikan sebagai untaian atau helaian benang yang sangat halus. Curug ini bila dilihat memang bagaikan untaian benang-benang halus berwarna putih yang menjuntai dari atas ke bawah. Bila dilihat dari kejauhan memang akan terlihat aliran air yang deras mengalir melalui sela-sela bebatuan yang terukir di dinding tebing. Cucuran air Curug Lawe begitu indah. Kemegahannya terlukis dari tinggi dan lebarnya curug ini.

Curug Lawe menyuguhkan pemandangan yang masih sangat alami. Keindahan alam curug ini masih dapat dinikmati tanpa dinodai oleh coretan-coretan yang biasanya dilakukan oleh pengunjung tak bertanggung jawab. Letaknya yang berada cukup jauh dari pusat kota yaitu di Dusun Muncar Lor, Desa Muncar, Kecamatan Gemawang membuat tidak banyak orang berkunjung ke sana. Keramaian dari aktivitas manusia tidak akan Anda jumpai ketika berada di sana. Hal tersebut menjadi nilai tamah tersendiri karena Anda dapat memaksimalkan waktu untuk lebih menyatu dengan alam.

  1. Kledung Pass

Wisata kledung pass adalah salah satu tempat wisata yang ada di kecamatan Kledung. Lebih tepatnya lagi yaitu di Jalan Raya Kledung Km. 18, Kabupaten Temanggung. Tempat ini dikelilingi oleh pemandangan hijau nan asri. Bagaimana tidak, karena Kledung Pass ini berada di antara Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Maka tidak heran jika kita bisa melihat pesona kedua gunung kembar ini dari Kledung Pass. Ketika Anda berhenti disana, Anda akan disuguhkan dengan keindahan alam sekitar. Pemandangan yang menarik dan hijau membuat pengunjung betah berada di sini. Udara di tempat ini juga sangat segar. Wajar saja, karena tempat ini berada di ketinggian 2000 meter diatas permukaan laut. Anda akan selalu merasa nyaman disana dan ingin tetap beristirahat ditempat ini. Jika melihat landscape gunung Sindoro yang disuguhkan dari tempat ini, seperti melihat lukisan nyata dari para seniman. Terlihat jelas lekukan-lekukan gunung Sindoro.

Pada awalnya tempat ini bukan tempat wisata, melainkan hanya kawasan perkebunan tembakau dan teh warga. Namun seiring berjalanya waktu, banyak investor yang berusaha membangun tempat ini. Kemudian tempat ni dibangun infrastruktur untuk tempat pemberhentian para traveler yang melintas jalur Temanggung–Wonosobo. Letaknya yang berada di lintas tersebut membuat area ini tidak pernah sepi pengunjung. Karena para traveler bisa beristirahat ditemani dengan pemandangan yang indah. Jalur lintas ini biasanya dilewati sekitar 700 hingga 1000 kendaraan dan beberapa diantara mereka berhenti. Entah sekedar untuk beristirahat maupun melihat-lihat keindahan Kledung Pass. Bagi Anda yang sedang melewati Kledung Pass ini, wajib untuk mampir dan merasakan sensasi sejuk, segarnya.

  1. Alam Sewu

Alam Sewu terletak di atas Desa Pringsewu, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Alam Sewu dikelilingi oleh perkebunan tembakau yang menjadi tumbuhan khas Temanggung. Suasana alam yang hijau dan hamparan awan di langit menjadi suguhan yang menarik bagi pengunjung. Bila wisatawan berkunjung ketika menjelang pagi hari, akan bisa mendapatkan pemandangan matahari terbit atau sunrise yang bisa mengundang decak kagum penikmatnya. Lokasinya yang berada di dataran tinggi memungkinkan untuk bisa berburu sunrise. Momen yang sangat tepat untuk mengabadikannya dalam kamera. Letaknya yang berada di kaki Gunung Sindoro juga memungkinkan pengunjung untuk menikmati sunset di waktu sore hari. Pemandangan yang disuguhkan pun tidak kalah dengan keindahan ketika sunrise. Pemandangan cahaya matahari yang tenggelam semakin terasa lengkap dengan dihiasi lautan awan putih yang memantulkan cahaya keemasan yang indah.

Alam sewu terdiri dari 3 pos, Dimana dari tiap pos kita dapat melihat keindahan dari tiap sisi dari pesona Alam sewu. Salah satu yang paling menarik dari Alam Sewu adalah anda bisa berfoto diatas pohon dengan menaiki tangga sekitat 3 meter spot ini merupakan salah satu spot foto yang paling menarik pada Alam Sewu. Ketika sampai di puncaknya, pengunjung tidak akan rugi begitu melihat suguhan keindahan pemandangan alamnya yang luas. Dengan latar belakang hamparan langit dan lembah juga menjadikan Alam Sewu cocok untuk tempat berkemah. Wisatawan yang membawa peralatan camping bisa leluasa mendirikan tenda di sekitar lokasi wisata. Suasana alam yang indah dan udara pegunungan yang sejuk menambah keistimewaan objek wisata ini. Dengan ruang terbuka yang luas bisa menjadi tempat leluasa untuk berkemah-ria menghabiskan waktu bersama sahabat dan keluarga. Saat berkemah, malamnya para wisatawan akan ditemani dengan pemandangan gemerlapnya bintang-bintang di langit.

  1. Wisata Alam Lembah Posong

Wisata Alam Lembah Posong terletak di Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Merupakan obyek wisata yang dirintis oleh masyarakat sekitar sejak awal tahun 2011 dan diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Daya tarik utama tempat ini adalah pemandangan alam dan keindahan sunrise (matahari terbit). Tempat ini menyuguhkan keindahan khas alam pegunungan yang begitu memanjakan mata karena lokasinya yang begitu strategis yaitu berada di padang savana kledung. Padang savana kledung ini merupakan belahan tengah tengah anatar gunug sindoro dan gunung sumbing yang nampak indah jika di lihat dari dari kawasan wisata alam posong. Apabila anda berkunjung ke tempat pada waktu sore hari dan kebetulan cuacanya cerah maka anda di suduhkan dengan pemandangan golden sunset dengan pancaran sinar yang membelah kedua gunung tersebut.

Selain menyuguhkan pemandangan khas pegunungan dan golden sunset, wisata alam ini juga menyediakan gazebo bagi pengunjung agar semakin nyaman saat menikmati indahnya panorama di sekitaran wisata alam posong. Dan bagi anda yang ingin mencoba susana lain dari wisata ini, anda juga bisa mencoba fliying fox di sekitaran area. Anda akan menikmati sensai meluncur di sejuknya udara pegunungan yang di hiasi dengan hijaunya pepohonan dan area perkebunan masyarakat sekitar.Di tempat ini juga menyediakan tempat berkumpul ataupun rest area yang bisa anda manfaatkan sebagai tempat berkumpul bersama keluarga ataupun kerabat dekat. Di area wisata alam ini juga di sediakan toilet sebagai fasilitas pendukung bagi pengunjung. Untuk harga tiket masuk sebesar Rp. 7000.

  1. Curug Onje

Untuk Lokasi curug onje sendiri terletak di desa Duren kecataman bejen, suatu daerah di perbatasan antara Kabupten Temanggung dan Kabupaten Kendal. Untuk menuju ke lokasi wisata ini memang sangat membutuhkan kesabaran. Selain akses jalan yang begitu sulit, untuk menuju ke sini pun juga ditempuh dengan perjalanan yang sangat jauh. Sekitar 2 jam lebih dari alun-alun kota Temanggung untuk tiba ke lokasi wisata. Untuk menuju ke desa Duren bisa ditempuh dengan sepeda motor atau mobil dari alun-alun Temanggung. Namun, saat akan tiba ke lokasi wisata Anda harus berjalan kaki karena tidak memungkinkan untuk memakai sepeda motor atau mobil untuk menuju ke sana.

Curug onje yang di kenal dengan 7 air terjunya yang saling berjejeran dan mempunyai aliran air yang sangat jernih. Ketika musim kemarau juga anda bisa naik ke tebing curug onje dan tidak di anjurkan ketika musim hujan tiba karena aliran air sangat deras dan membahayakan. Aliran air di curug Onje memang tidak begitu deras sehingga sangat memungkinkan sekali Anda berfoto-foto mendekati curug. Curug Onje juga mempunyai tangga-tangga batu yang memperindah pemandangan air terjun. Tidak hanya itu saja, pemandangan hijau di sekitar curug menambah kesan alami di tempat wisata ini. Tempat wisata ini memang baru dikenal wisatawan hanya dari mulut ke mulut saja dan dikenal belum lama ini.

Top

5 Destinasi Wisata yang Wajib dikunjungi di Wonogiri

Wonogiri merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Wonogiri memiliki julukan kota Gaplek. Secara geografis, Kabupaten Wonogiri berada di tenggara jawa Tengah. diketahui bahwa total keseluruhan penduduk Wonogiri ada sekitar 1,5 juta jiwa, dengan luas wilayah 1.822,37 km². Adapun ibukota Kabupatennya adalah kecamatan Wonogiri. Selain berbatasan dengan daerah yang kaya akan destinasi wisata seperti Solo, Wonogiri juga bersebelahan wilayah dengan Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Gunung Kidul. Berbatasan dengan daerah-daerah tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi berbagai daerah di Wonogiri terutama akses ke tempat wisata. Selain di dominasi oleh wisata pantai, Kabupaten Wonogiri juga menyimpan potensi wisata yang tak kalah indah dan menariknya. Berikut destinasi wisata yang ada di wonogiri.

  1. Pantai Banyutowo

Pantai Banyutowo terletak di Desa Gudangharjo Kecamatan Paranggupito Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Untuk perjalanan darat biasanya diperlukan 4 jam dari pusat Kota Wonogiri.Keistimewahan Pantai Banyutowo terletak pada airnya yang tidak asin. Maklum saja, Pantai Banyutowo merupakan tempat pertemuan antara air sungai dan air laut. Air tawar bersumber dari air bawah tanah yang bermuara di tepi pantai. Asal muasal nama Banyutowo tidak lain mengambil dari ujaran bahasa Jawa yang berarti “air tawar”.

Kondisi pantai memang sesuai dengan deskripsi nama tersebut.  Pemandangan pantainya semakin mempesona manakala wisatawan dapat melihat air tawar yang jatuh dari bebatuan karang tepat di bibir pantai. Dari kejauhan tampak terlihat warna bening air serupa siluet putih diantara birunya laut. Di tambah hamparan karst yang terbentang sepanjang pantai menjadikan Pantai Banyutowo jadi salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Wonogiri. Pemandangan di Pantai banyutowo mampu memanjakan mata karena keeksotisannya. Karena pemandangan inilah yang menjadikan Pantai Banyutowo sebagai wisata di Wonogiri yang wajib Anda kunjungi.

  1. Pantai Nampu

Pantai nampu berada  di Desa Dringo, Kelurahan Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito atau sekitar 70 km dari pusat kota Wonogiri. Dapat diakses dari solo dengan memakan waktu sekitar 3 jam dan bisa juga diakses dari Kota Pacitan. Pantai ini memiliki garis pantai yang cukup panjang dan pasir putih yang landai disertai deburan ombak yg menggelegar khas pantai selatan. Namun ada sedikit keunikan dari pantai ini, bisa di bilang sih satu nama tapi terdiri dari 3 pantai. Karena pantai ini memiliki tiga bagian yang terpisah oleh bukit. Namun yang lebih mudah diakses adalah pantai yang utama. Karena hanya perlu berjalan kaki menuruni bukit lewat tangga yang telah tersedia. Untuk mencapai pantai lannya, kamu perlu sedikit treking menyusuri jalan setapak bukit.

Tempat Wisata di Kabupaten Wonogiri ini menawarkan pemandangan pasir putih dan batu karang yang sangat indah. Pantai ini terbilang masih asri dan masih belum banyak terjamah manusia. Udara pantainya yang segar dan bersih menjadi daya tarik tersendiri. Untuk harga tiket masuk ke Pantai Nampu sangat murah yaitu Rp 2000.

  1. Air Terjun Setren Girimanik

Air terjun ini terletak di Desa Setren, Kecamatan Slogohimo Wonogiri Jawa Tengah. Di lokasi wisata air terjun ini ada tiga buah air terjun dalam satu area. Ketiga air terjun ini memiliki nama yang sendiri-sendiri Ketiga air terjun tersebut adalah Air Terjun Manik Moyo, Air Terjun Condromoyo dan Air Terjun Tinjo Moyo. Ketinggian air terjun ini berbeda-beda, perinciannya adalah sebagai berikut. Air Terjun Manik Moyo memiliki ketinggian 70 meter, sedangkan Air terjun Condromoyo dan Tinjomoyo setinggi sekitar 30 meter. Selain air terjun, di kawasan ini juga anda dapat menikmati agrowisata berupa buah durian. Kecamatan Slogohimo merupakan salah satu kecamatan yang sangat potensial untuk dikembangkan tanaman durian. Setiap tahun, di Setren dilangsungkan upacara adat Susuk Wangan, yakni upacara syukur dari warga Setren atas hasil bumi yang diraih.  Saat upacara susuk wangan itu, pengunjung  bisa melihat ratusan ayam panggang yang dipersembahkan oleh para petani kepada Sang Khalik.

Berjarak sekitar 35 km dari pusat kota Wonogiri ke arah timur menuju Ponorogo.  Dari kota Wonogiri perjalanan di arahkan ke Slogohimo ke arah utara, sekitar 10 km dengan jalan yang menanjak hingga pintu masuk air terjun.  Selanjutnya dari pintu masuk perjalanan diteruskan ke Bumi Perkemahan. Untuk menuju Air Terjun Manikmoyo diperlukan waktu sekitar 5 menit dari lokasi perkemahan.  Sedangkan untuk ke Air Terjun Tejomoyo diperlukan waktu 30 menit dari bumi perkemahan  dengan mengambil arah jalan lain menuruni lembah.  Dan untuk ke air terjun yang ketiga Condromoyo, dari jalur kedatangan tepat di persimpangan antara bumi perkemahan dan Air Terjun Tejomoyo mengambil jalan ke arah kanan.  Waktu yang diperlukan ke air terjun ketiga ini sekitar 15 menit. Tiket masuk adalah Rp 5000 per orang.  Biaya parkir adalah Rp 2000 untuk kendaraan roda dua.

  1. Goa Putri Kencono

Goa Putri Kencono terletak di desa Wonodadi, kecamatan Pracimantoro, Wonogiri atau sekitar 40 kilometer dari kota Wonogiri. Dari kecamatan Pracimantoro jaraknya sekitar 8 kilometer. Para wisatawan bisa memakai transportasi pribadi seperti mobil yang bisa dirental di kota Wonogiri atau motor. Perjalanan menuju Goa Putri Kencono diiringi panorama alam yang hijau penuh keteduhan. Dengan biaya masuk sekitar Rp5000 wisatawan bisa menikmati beningnya suasana Goa Putri Kencono.

Goa Putri Kencono menampilkan pemandangan yang sangat indah berupa stalaktit dan stalakmit yang terdapat di sepanjang gua. Luas Goa Putri Kencono mencapai 1000 meter persegi sehingga memungkinkan wisatawan bisa leluasa menikma seluruh isi gua. Warna dan kilauan yang terpantul dari stalaktit dan stalakmit memberikan aura tersendiri bagi para wisatawan. Warna yang mendominasi Goa Putri Kencono adalah putih dan keemasan sebagaimana gua itu terbentuk dari bebatuan kapur yang terdapat di kawasan tersebut. Berada dalam Goa Putri Kencono memberikan suasana damai dan ketenangan yang khas bagi para wisatawan.

Bentuk stalaktit dan stalakmit di Goa Putri Kencono begitu beragam. Mulai dari berbentuk candi, gapura hingga taring binatang buas. Pemandangan seperti itu membuat para wisatawan selintas membayangkan bahwa Goa Putri Kencono adalah tempat semedi para resi di masa lalu.

  1. Bukit Cumbri

Bukit Cumbri merupakan sebuah bukit indah yang terletak di perbatasan Wonogiri dan Ponorogo. Lebih tepatnya di Ds. Pager Ukir, Kec. Sampung, Kab. Ponorogo dan di Ds. Biting, Kec. Purwantoro, Wonogiri. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 638 mdpl. Bukit cumbri memiliki sejarah yang cukup unik, menurut cerita, dahulu di bukit cumbri dihuni oleh seekor burung besar bernama “burung beri” atau biasa disebut dalam bahasa jawa “cok-bri” dan “manuk beri”. Burung beri sering memangsa hewan-hewan ternak warga sekitar, seperti sapi-sapi penduduk yang sering digunakan untuk membajak sawah, karena kesal, akhirnya warga sekitar mengumpulkan tikus-tikus yang akan digunakan untuk mengusir burung tersebut. Hingga lalu keesokan harinya, bulu-bulu dari burung cumbri tersebut rontok karena digerogoti oleh tikus-tikus warga, saat burung beri mencoba untuk terbang, ia terjatuh dari puncak bukit karena tidak memiliki bulu, hingga akhirnya burung beri mati, oleh karena itu bukit ini dinamakan bukit cumbri.

Bukit Cumbri menawarkan keindahan alam yang amat mempesona. Perbukitan yang mungil namun bisa menjadi spot yang super nyaman menjadi view utama dari tempat wisata ini. Di puncak Cumbri ini setiap pasang mata akan dimanjakan oleh indahnya lukisan Tuhan ditemani dengan angin gunung yang semilir. Tak heran jika bukit ini banyak dijadikan tujuan wisata bagi kawula muda. Terlebih jika bisa mengunjungi wisata ini bersama komunitas backpaker atau mengajak banyak teman, tentunya akan menambah cerita seru yang tak terlupakan. Di puncak Cumbri Ponorogo ini terdapat 2 puncak. Puncak kanan lebih tinggi dibandingkan puncak yang kiri. Karena kanan kiri bukit ini sangat curam, jadi sangat disarankan untuk ekstra hati-hati selama pendakian. Bagi anda yang sudah terbiasa melakukan aksi hiking, maka mendaki bukit ini tidak akan menjadi masalah. Nah bagi anda yang masih pemula, bukit Cumbri ini memang sangat cocok sebagai ajang latihan hiking.

Bukit Cumbri memiliki susunan batuan yang mana salah satu bagian batuan tersebut lebih tinggi dari batuan yang lain. Dari ketinggian inilah kita bisa menikmati view bukit-bukit yang lain. Yang jelas, pemandangan yang disuguhkan di bukit ini sangat keren dan mempesona. Jika anda berada disini pada pagi hari anda akan menemui awan berterbangan di depan mata anda. Inilah mengapa bukit Cumbri juga disebut-sebut sebagai negeri diatas awan. Memiliki ketinggian 638 mdpl, biasanya wisatawan yang ingin mendaki akan melalui jalur di kecamatan purwantoro, wonogiri.

Top